Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

BI Proyeksi Ekonomi Kaltim 2026 Lebih Hati-hati, Konstruksi IKN Diprediksi Melonjak

Raden Roro Mira Budi Asih • Selasa, 24 Februari 2026 | 08:44 WIB

Pembangunan di IKN berlanjut, anggaran yang dibutuhkan diperkirakan naik 37 persen lebih tinggi dibanding 2025.
Pembangunan di IKN berlanjut, anggaran yang dibutuhkan diperkirakan naik 37 persen lebih tinggi dibanding 2025.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Bank Indonesia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur pada 2026 dengan pendekatan lebih konservatif. Berbeda dengan sejumlah lembaga yang cenderung optimistis, BI menilai tantangan struktural masih membayangi sehingga proyeksi disusun secara hati-hati.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kaltim, Bayuadi Herdiyanto, mengatakan ada sejumlah pertimbangan yang membuat pihaknya tidak memasang target terlalu agresif.

“Kami dari BI dalam melakukan proyeksi agak konservatif, agak berbeda dengan lembaga lain. Ada beberapa alasan,” ujarnya.

Baca Juga: Viral di Kutai Barat, Sengketa Warga Bentas vs PT ARI Berakhir Denda Adat 50 Antakng

Dari sisi lapangan usaha, sektor industri pengolahan dan pertanian diproyeksikan menjadi penopang utama. Industri pengolahan, khususnya yang terkait proyek Refinery Development Master Plan (RDMP), mulai memberikan tambahan produksi yang signifikan.

“Dari sektor industri pengolahan, RDMP sudah beroperasi mendorong dan menambah jumlah produksi. Harapannya bisa terus mendorong kinerja sektor pengolahan,” jelas Bayuadi.

Sementara itu, sektor konstruksi yang terdorong pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) sempat menjadi game changer pada 2023–2024. Lonjakan aktivitas proyek membuat sektor ini melesat tajam. Namun, pada 2024–2025 lajunya mulai melambat.

“Dari konstruksi, sempat 2023–2024 menjadi game changer IKN, mengubah sektor konstruksi bisa naik ke atas. Namun, agak slowdown di 2024–2025,” katanya.

Baca Juga: Warga Jawa Siap-Siap “WAR”! BI Percepat Jadwal Tukar Uang Baru 2026, Ini Syarat dan Batas Maksimalnya

Meski demikian, pada 2026 sektor konstruksi diperkirakan kembali akseleratif. Berdasarkan informasi yang diterima BI, akan ada pembangunan besar di IKN, termasuk ekosistem eksekutif, legislatif, dan yudikatif.

“Di 2026 ini akan ada konstruksi besar di IKN seperti pembangunan ekosistem eksekutif, legislatif, dan yudikatif. Ini kami catat membutuhkan anggaran sekitar 37 persen lebih tinggi dibanding anggaran 2025,” ungkapnya.

Selain proyek pemerintah, investasi swasta di kawasan industri dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) juga diproyeksikan menopang sektor konstruksi tahun depan.

Dari sektor pertanian, peluang pertumbuhan muncul seiring meningkatnya permintaan pangan. Kebutuhan pasokan dari kawasan IKN serta program MBG dinilai membuka pasar baru bagi komoditas pertanian Kaltim.

“Ada peningkatan permintaan pangan yang bersumber dari IKN, kemudian dari MBG. Ini menjadi pasar bagi komoditas di sektor pertanian,” ujarnya.

Baca Juga: Link Twibbon Resmi Harlah IPNU 2026: Visual Kuat untuk Menampilkan Identitas Generasi NU

Dukungan kebijakan pusat turut memperkuat prospek tersebut. Anggaran Kementerian Pertanian ditingkatkan, disertai penyesuaian kebijakan pupuk bersubsidi yang diharapkan mendorong produktivitas.

Selain itu, program ekstensifikasi seperti cetak sawah dan optimalisasi lahan (oplah) juga berpotensi meningkatkan produksi pangan pada 2026.

Dengan kombinasi dorongan industri pengolahan, potensi kebangkitan konstruksi IKN, serta penguatan sektor pertanian, BI melihat peluang pertumbuhan ekonomi Kaltim tetap terbuka. Namun, pendekatan konservatif tetap dipilih sebagai langkah antisipatif menghadapi dinamika global dan domestik yang masih fluktuatif. (*)

Editor : Ery Supriyadi
#investasi kaltim #sektor pertanian #rdmp #konstruksi IKN #proyeksi ekonomi 2026 #BI Kaltim