Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Pangsa Ekonomi Kaltim Terbesar di Kalimantan, Tapi Pertumbuhannya Masih di Bawah Regional

Raden Roro Mira Budi Asih • Minggu, 15 Maret 2026 | 16:56 WIB

Kepala KPw BI Kaltim Jajang Hermawan.
Kepala KPw BI Kaltim Jajang Hermawan.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Perekonomian Kalimantan Timur (Kaltim) menunjukkan penguatan pada penghujung 2025. Pada triwulan IV 2025, ekonomi Bumi Etam tumbuh lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya, seiring perbaikan aktivitas ekonomi nasional maupun regional Kalimantan.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Kaltim Jajang Hermawan menjelaskan, pertumbuhan ekonomi Kaltim pada triwulan IV 2025 tercatat 5,04 persen (year-on-year/yoy). Angka tersebut meningkat dibandingkan triwulan III 2025 yang tumbuh 4,26 persen (yoy).

Peningkatan tersebut sejalan dengan perbaikan ekonomi nasional. Pada periode yang sama, pertumbuhan ekonomi nasional juga meningkat dari 5,04 persen (yoy) pada triwulan sebelumnya menjadi 5,39 persen (yoy) pada triwulan IV 2025.

Tren serupa juga terjadi di tingkat regional Kalimantan. Ekonomi regional Kalimantan tercatat menguat dari 4,70 persen (yoy) pada triwulan sebelumnya menjadi 5,19 persen (yoy) pada triwulan IV 2025.

Meski pertumbuhan ekonomi Kaltim masih sedikit di bawah rata-rata regional Kalimantan, kontribusi ekonomi Kaltim tetap menjadi yang terbesar di Pulau Kalimantan.

“Meski pertumbuhan ekonomi Kaltim di periode laporan tercatat lebih rendah dibandingkan dengan regional Kalimantan, namun pangsa ekonomi Kaltim masih tertinggi di antara provinsi Kalimantan lainnya, yakni 46,02 persen,” ujar Jajang.

Secara sektoral, penguatan ekonomi Kaltim pada triwulan IV 2025 terutama ditopang oleh kinerja lapangan usaha industri pengolahan, perdagangan, serta pertambangan.

“Kinerja lapangan usaha industri pengolahan didorong oleh peningkatan kapasitas produksi yang semakin kuat akibat penambahan sejumlah pabrik pengolahan baru yang beroperasi di tahun 2025,” katanya.

Sementara itu, sektor perdagangan juga mengalami peningkatan aktivitas. Hal tersebut tidak lepas dari meningkatnya konsumsi masyarakat selama momentum Hari Besar Keagamaan Nasional Natal dan Tahun Baru (HBKN Nataru).

Di sisi lain, sektor pertambangan terutama subsektor batu bara juga menunjukkan perbaikan kinerja. “Kinerja pada lapangan usaha pertambangan, khususnya subsektor batu bara meningkat dipengaruhi oleh faktor musiman dan peningkatan permintaan dari negara mitra dagang seiring kebutuhan energi musim dingin,” jelasnya.

Dari sisi pengeluaran, penguatan ekonomi turut didorong oleh meningkatnya ekspor serta konsumsi rumah tangga. Peningkatan produksi komoditas utama industri dan sektor unggulan Kaltim turut mendorong aktivitas ekspor. Sementara konsumsi masyarakat terdorong oleh momentum Nataru yang meningkatkan aktivitas perdagangan.

Secara keseluruhan, kinerja ekonomi Kaltim sepanjang tahun 2025 tetap tumbuh solid, meski mengalami moderasi dibandingkan tahun sebelumnya.

Ekonomi Kaltim sepanjang 2025 tercatat tumbuh 4,53 persen (c-to-c). Capaian tersebut lebih rendah dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 6,17 persen (c-to-c). Perlambatan terutama dipengaruhi oleh moderasi pada lapangan usaha pertambangan dan penggalian, khususnya subsektor batu bara, seiring normalisasi harga komoditas global dan dinamika permintaan dunia.

Selain itu, sektor konstruksi juga mengalami moderasi seiring normalisasi aktivitas pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) dan selesainya sejumlah proyek strategis pada akhir 2025.

Di sisi pengeluaran, perlambatan juga dipengaruhi oleh kontraksi belanja pemerintah akibat kebijakan refocusing anggaran serta normalisasi belanja setelah peningkatan realisasi proyek IKN pada 2024.

Meski demikian, ekonomi Kaltim dinilai tetap terjaga. Hal tersebut ditopang oleh kinerja industri pengolahan, serta komponen ekspor dan konsumsi rumah tangga yang masih menunjukkan performa positif sepanjang 2025. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#Perbaikan #tumbuh #ekonomi #kaltim #perekonomian #penguatan #kalimantan timur