Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Kaltim, Jajang Hermawan, menyebutkan kinerja lapangan usaha perdagangan tumbuh 12,80 persen secara tahunan (year on year/yoy).
Angka tersebut meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya yang hanya tumbuh 7,95 persen (yoy). “Permintaan masyarakat meningkat menjelang Nataru, sehingga mendorong aktivitas perdagangan,” ujarnya.
Penguatan juga tercermin dari sektor pariwisata. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) melonjak signifikan hingga 124 persen (yoy). Sementara itu, wisatawan nusantara (wisnus) tetap tumbuh positif sebesar 14,5 persen (yoy), meski melambat. Peningkatan ini didorong berbagai agenda dan event yang digelar di Kaltim.
Di sisi lain, indikator penjualan menunjukkan tren perbaikan. Indeks penjualan riil memang masih terkontraksi, namun tekanan mulai berkurang. Pada triwulan IV 2025, kontraksi tercatat -14,8 persen (yoy), membaik dibandingkan triwulan sebelumnya yang mencapai -28,3 persen (yoy).
Perbaikan juga terlihat pada sektor perhotelan. Tingkat penghunian kamar (TPK) mengalami pemulihan meski masih dalam zona negatif. Kontraksi TPK menyempit dari -21,98 persen (yoy) pada triwulan III 2025 menjadi -13,58 persen (yoy) pada triwulan IV 2025.
Secara keseluruhan, kinerja perdagangan Kaltim menunjukkan tren positif. Peningkatan ini sejalan dengan menguatnya konsumsi rumah tangga yang menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi daerah. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo