Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Beasiswa Teladan Tanoto Dibuka Agustus, Dorong Mahasiswa untuk Siap Kerja

Ulil Mu'Awanah • Rabu, 25 Maret 2026 | 05:00 WIB

JANGAN TERLEWAT: Tanoto Foundation berencana kembali membuka pendaftaran program beasiswa Teladan pada Agustus mendatang.
JANGAN TERLEWAT: Tanoto Foundation berencana kembali membuka pendaftaran program beasiswa Teladan pada Agustus mendatang.

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Tanoto Foundation menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kontribusi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Yakni dengan menjalankan kembali beasiswa Teladan yang menyasar mahasiswa di perguruan tinggi negeri unggulan. Program ini tidak hanya memberikan bantuan finansial, tetapi menekankan pembentukan karakter, kepemimpinan dan kesiapan kerja.

“Kami hanya bekerja sama dengan universitas negeri seperti ITB dan UGM. Di Kalimantan sendiri, cakupannya ada di wilayah tengah dan timur seperti Universitas Mulawarman di Samarinda,” sebut Regional Lead Kalimantan Tanoto Foundation Roselina Ping Juan, Selasa (24/3).

Dia mengungkapkan, program Teladan memiliki mekanisme seleksi dan pembinaan yang berbeda dibandingkan beasiswa pada umumnya. Salah satu keunikan terletak pada proses seleksi yang dilakukan setelah mahasiswa diterima di perguruan tinggi negeri bereputasi.

Dalam skema pembiayaan, Tanoto Foundation memberikan dukungan berupa uang pangkal, biaya pendidikan per semester, hingga tunjangan bulanan bagi mahasiswa. Namun, bantuan ini tidak diberikan secara instan sejak awal seleksi, melainkan setelah mahasiswa resmi diterima di universitas tujuan.

Roselina menambahkan, seleksi penerima beasiswa tidak hanya melihat capaian akademik saat kuliah, tetapi juga mempertimbangkan rekam jejak prestasi selama di bangku SMA. “Kami melihat nilai dari kelas 10 sampai 12, bukan hanya semester awal di perguruan tinggi,” ujarnya.

Selain itu, program ini juga menerapkan prinsip tanpa pendanaan ganda. Mahasiswa yang telah menerima beasiswa lain tidak bisa mengikuti program Teladan, guna memastikan pemerataan kesempatan bagi calon penerima lainnya.

Dalam proses pembinaan, mahasiswa tidak hanya dituntut mempertahankan prestasi akademik dengan standar IPK minimal, tetapi juga mengikuti berbagai tahapan pengembangan diri.

Pada semester awal, mahasiswa didorong beradaptasi dengan lingkungan kampus dan mengelola diri secara mandiri. Memasuki semester berikutnya, mereka mulai dilibatkan dalam proyek kepemimpinan dan kegiatan organisasi.

“Di semester 5 hingga 6, mereka diperkenalkan dengan konsep pay it forward, bagaimana mereka bisa memberi dampak bagi orang lain setelah mendapatkan manfaat,” terang Roselina.

Tak hanya itu, Tanoto Foundation juga membuka peluang bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan global melalui program pertukaran dan kegiatan internasional. Salah satu contoh, mahasiswa penerima beasiswa berkesempatan mengikuti kegiatan akademik di luar negeri bersama peserta dari berbagai universitas.

Program ini juga diperkuat dengan komunitas Tanoto Scholars Association yang menjadi wadah kolaborasi antar mahasiswa lintas kampus. Melalui forum ini, para penerima beasiswa dapat berbagi pengalaman, memperluas jaringan, serta meningkatkan rasa percaya diri dalam berinteraksi dengan mahasiswa dari berbagai latar belakang.

Roselina menilai, pendekatan komprehensif ini menjadi nilai tambah utama program Teladan. Tidak hanya mencetak lulusan berprestasi, tetapi juga individu yang siap bersaing di dunia kerja dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

“Yang kami bangun bukan hanya kemampuan akademik, tetapi juga karakter dan jejaring. Itu yang membuat mereka lebih siap menghadapi dunia kerja,” pungkasnya.

Ke depan, Tanoto Foundation berencana kembali membuka pendaftaran program Teladan pada Agustus mendatang, dengan harapan semakin banyak mahasiswa dari Kalimantan, khususnya Balikpapan dan Samarinda memanfaatkan peluang ini. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#Beasiswa Teladan #beasiswa tanoto #tanoto foundation #sumber daya manusia