KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN — Membludaknya kunjungan wisatawan ke Pantai Manggar saat libur Lebaran menjadi indikator kuat bahwa sektor pariwisata masih menjadi salah satu penggerak ekonomi utama di Balikpapan.
Lonjakan tersebut tidak hanya menciptakan keramaian, tetapi juga mendorong aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar destinasi. Data menunjukkan, ribuan wisatawan memadati kawasan pantai selama beberapa hari libur.
Pada Sabtu, 21 Maret 2026 lalu, jumlah pengunjung tercatat sebanyak 1.003 orang, terdiri dari 891 orang dewasa dan 112 anak-anak. Adapun, kendaraan yang masuk mencapai 282 unit, meliputi 126 sepeda motor, 155 mobil, dan satu kendaraan roda enam.
Sehari berselang, pada Minggu, 22 Maret 2026, jumlah pengunjung meningkat menjadi 5.227 orang, dengan rincian 4.313 orang dewasa dan 914 anak-anak.
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Balikpapan Cokorda Ratih Kusuma menilai fenomena ini selaras dengan upaya pemerintah dalam menggerakkan ekonomi berbasis destinasi. “Kami upayakan di destinasi itu menggerakkan perekonomian, baik sosial, seni, maupun budaya,” tuturnya.
Menurutnya, tingginya minat masyarakat berwisata menunjukkan bahwa kebutuhan hiburan dan rekreasi masih sangat besar, terutama pada momentum hari besar seperti Lebaran.
Kondisi ini juga berdampak langsung pada pelaku usaha kecil. Pedagang makanan, penyedia jasa sewa, hingga pelaku UMKM mengalami peningkatan pendapatan seiring meningkatnya jumlah pengunjung.
Ratih menambahkan, fenomena ini menjadi dasar penting untuk memperkuat strategi pengembangan pariwisata ke depan. Tidak hanya mengandalkan destinasi, tetapi juga mengintegrasikan event dan ekonomi kreatif.
“Antusias masyarakat itu sangat tinggi. Ini yang harus kita tangkap sebagai peluang untuk terus menggerakkan ekonomi kreatif,” katanya. Dengan tren ini, Balikpapan dinilai memiliki potensi besar untuk terus berkembang sebagai kota wisata berbasis keluarga di Kalimantan Timur. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo