Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Buntut Kontroversi Elang, PETA Tekan Crystal Palace Berubah

Ery Supriyadi
Penulis: Ery Supriyadi❯
Burung elang botak Phoenix, maskot hidup Crystal Palace di Stadion Selhurst Park.
Burung elang botak Phoenix, maskot hidup Crystal Palace di Stadion Selhurst Park.

Advertisement

 

KALTIMPOST.ID, LONDON - Organisasi perlindungan hak satwa, People for the Ethical Treatment of Animals (PETA), mendesak klub Premier League Crystal Palace untuk menyudahi pelibatan burung elang hidup di Stadion Selhurst Park. Sorotan tajam ini tertuju pada Phoenix, burung elang botak betina muda yang kerap dijadikan maskot hidup di tepi lapangan.

Sejak bergulirnya musim kompetisi 2024/2025, Phoenix sesekali diterbangkan dan dihadirkan di sekitar markas klub asal London tersebut. Burung yang didatangkan dari Eagle Heights Wildlife Foundation di Kent ini biasanya dipajang saat sesi pra-pertandingan dan melayani foto bersama para suporter.

Advertisement

Namun, keterlibatan satwa pemangsa tersebut menuai kecaman keras karena atmosfer stadion yang bising dinilai bukan habitat yang layak bagi satwa liar.

"Elang botak dihormati sebagai lambang kebebasan. Tetapi, Phoenix justru digunakan tidak lebih dari sekadar alat untuk menghibur penggemar sepak bola," tegas salah satu petinggi PETA, Dr Carys Bennett, sebagaimana dikutip dari Football London.

Advertisement

Bennett menggarisbawahi bahwa Crystal Palace sejatinya sudah memiliki maskot berwujud kostum manusia bernama Pete the Eagle. Karena itu, menghadirkan satwa liar ke tengah arena sepak bola dinilai sama sekali tidak mendesak dan mengabaikan kesejahteraan hewan.

"Crystal Palace sudah punya maskot manusia (Pete the Eagle) yang bisa dipakai membangkitkan semangat suporter. Jadi, tidak ada alasan membawa satwa liar ke stadion yang bising dan penuh sesak. Kami ingin Palace membiarkan Phoenix mengepakkan sayapnya dan membebaskannya dari tugas pada hari pertandingan untuk selamanya," pungkas Bennett. (*)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Curhat Rahmat Erwin usai Gagal Pecahkan Rekor Dunia

Curhat Rahmat Erwin usai Gagal Pecahkan Rekor Dunia

Rahmat Erwin Abdullah gagal memecahkan rekor dunia di Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2026 karena kendala teknis waktu di Ningbo, Tiongkok.

Dua Atlet Tewas di Porprov, Erick Thohir Minta Penyelidikan

Dua Atlet Tewas di Porprov, Erick Thohir Minta Penyelidikan

Menpora Erick Thohir menyoroti insiden kematian dua atlet di Porprov Jateng 2026 dan mendesak perbaikan sistem keselamatan olahraga nasional

Bonus Rp3 Miliar di Tangan, Ini Rencana Mulia Nurisa Dian

Bonus Rp3 Miliar di Tangan, Ini Rencana Mulia Nurisa Dian

Atlet Nurisa Dian Ashrifah raih emas Asian Games 2026. Ia berniat gunakan bonus Rp3 miliar untuk memberangkatkan ibunya ibadah haji.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer