KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Putaran pertama Super League 2025/2026 telah selesai. Borneo FC harus puas berada di peringkat kedua dengan koleksi 37 poin. Pesut Etam mencatat 12 kemenangan, satu kali imbang dan empat kekalahan.
Penampilan Borneo musim ini cukup baik. Terutama di awal musim, skuad asuhan Fabio Lefundes berhasil mencatat 11 kemenangan beruntun sekaligus memecahkan rekor kemenangan terpanjang di Liga Indonesia.
Namun kedigdayaan Borneo FC runtuh di periode Desember 2024. Dari empat pertandingan, Pesut Etam hanya meraih satu poin. Sempat kembali ke jalur kemenangan lawan PSM Makassar, Sihran dkk kembali memetik hasil negatif di laga terakhir putaran pertama menghadapi Persita Tangerang.
Menyongsong putaran kedua, manajemen tak buru-buru melakukan persiapan. Manajemen terlebih dulu memberikan kesempatan libur kepada seluruh pemainnya. Hal itu dilakukan agar pemain bisa melepaskan penat setelah setengah musim berjibaku di lapangan hijau.
"Untuk sementara ini tim diliburkan, biarkan pemain melepaskan kepenatannya berkumpul bersama keluarga. Karena itu juga dibutuhkan pemain, kita libur sampai tanggal 14 Januari," terang Manajer Borneo FC, Dandri Dauri.
Dandri berharap setelah libur ini, pemain bisa kembali fokus mempersiapkan diri menatap putaran kedua. "Harapannya setelah kejenuhan dan kepenatan dilepas, mereka bisa kembali ke Samarinda dengan semangat yang sama seperti awak musim lalu," pungkas Dandri. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo