Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

BPJS Warga Terancam Diputus, Pemkot Bontang Gandeng Perusahaan Talangi Iuran Kesehatan

A
Penulis: Adhiel kundhara❯
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni.
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni.

Advertisement

KALTIMPOST.ID, BONTANG - Saat dukungan pembiayaan kesehatan dari pemerintah pusat tak lagi menjangkau seluruh kelompok masyarakat, Pemerintah Kota Bontang menggandeng dunia usaha.

Sekitar 30 perusahaan disebut bersedia patungan melalui tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) untuk membantu pembiayaan BPJS kesehatan masyarakat.

Skema tersebut disampaikan Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni dalam Rapat Paripurna Ke-3 Masa Persidangan I DPRD Bontang, Senin (7/9/2026), di Ruang Rapat Paripurna Kantor DPRD Bontang.

Advertisement

Neni mengatakan, pemerintah daerah harus mencari solusi setelah pemerintah pusat tidak lagi mengalokasikan pembiayaan BPJS bagi masyarakat yang masuk kelompok desil 6 hingga desil 10.

Untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan perlindungan jaminan kesehatan, Pemkot Bontang kemudian berkoordinasi dengan perusahaan yang beroperasi di Kota Taman. Hasilnya, sekitar 30 perusahaan menyatakan kesediaannya ikut membantu pembiayaan tersebut.

Advertisement

Setiap perusahaan memberikan kontribusi sebesar Rp10 juta per bulan hingga akhir 2027 Jika dihitung selama 12 bulan, kontribusi dari satu perusahaan mencapai sekitar Rp120 juta.

Dengan jumlah perusahaan sekitar 30, nilai dukungan yang terkumpul berpotensi mencapai Rp3,6 miliar hingga akhir tahun.

Neni menyampaikan apresiasi kepada perusahaan yang ikut mengambil bagian dalam skema tersebut. Menurutnya, kolaborasi dunia usaha menjadi sangat berarti ketika pemerintah daerah menghadapi keterbatasan fiskal.

“Alhamdulillah kami sudah berkoordinasi dengan perusahaan dan ada kurang lebih 30 perusahaan yang menanggung berbagi dengan tim Kota Bontang,” kata Neni.

Ia menyebut kontribusi perusahaan diberikan sebesar Rp10 juta setiap bulan sampai akhir tahun. Dukungan tersebut dinilai membantu pemerintah menjaga akses masyarakat terhadap layanan kesehatan.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

APBD Perubahan Bontang Terpangkas Rp118 Miliar, Belanja Modal Kena Imbas Paling Besar

APBD Perubahan Bontang Terpangkas Rp118 Miliar, Belanja Modal Kena Imbas Paling Besar

APBD Perubahan Bontang 2026 terpangkas Rp118,98 miliar akibat koreksi SiLPA. Belanja modal kena imbas pemangkasan terbesar hingga Rp 84 M.

Pendapatan Bontang Naik Rp26 Miliar di APBD-P 2026, PAD Malah Turun dan Belanja Dipangkas

Pendapatan Bontang Naik Rp26 Miliar di APBD-P 2026, PAD Malah Turun dan Belanja Dipangkas

Pendapatan APBD Perubahan Bontang 2026 naik jadi Rp1,8 T, namun ruang fiskal tertekan akibat anjloknya SiLPA dan penurunan PAD.

Skema Ganjil-Genap Batal Diberlakukan di SPBU Bontang, Pemkot Klaim Antrean Mulai Terurai

Skema Ganjil-Genap Batal Diberlakukan di SPBU Bontang, Pemkot Klaim Antrean Mulai Terurai

Pemkot batalkan skema ganjil-genap di SPBU Bontang menyusul antrean Pertalite yang mulai terurai dan adanya penambahan pasokan BBM.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer