Pengadaan Lift Pasar Tamrin Rp3,7 Miliar Disorot, Kejari Bontang Libatkan Tiga Ahli

KALTIMPOST.ID, BONTANG - Kejaksaan Negeri (Kejari) Bontang mendalami sejumlah dugaan kejanggalan dalam pengadaan lift Pasar Taman Rawa Indah (Tamrin) senilai Rp3,7 miliar. Penyidik kini menelusuri kesesuaian proses lelang, kualifikasi penyedia, spesifikasi perangkat, hingga pekerjaan konstruksi penunjang lift yang dikerjakan pada 2023.
Kepala Kejari Bontang Beni Putra melalui Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Imam Roesli mengatakan, penyidik menemukan sejumlah aspek yang perlu diklarifikasi. Salah satunya menyangkut dugaan tidak adanya dukungan distributor atau pabrikan dalam proses pengadaan tersebut.
“Yang pertama terkait dengan proses lelangnya, dia tidak didukung oleh distributor,” kata Imam.
Proyek yang dikerjakan PT Khalifah Borneo Mandiri itu diduga menggunakan komponen lift yang didatangkan dari China. Komponen tersebut dikirim melalui Semarang sebelum diteruskan ke Balikpapan untuk dirakit menjadi unit lift yang kemudian dipasang di Pasar Tamrin.
Baca Juga: Bontang Kantongi Rp13 Miliar dari Kemenkes, Nasib Gedung C RSUD Taman Husada Menunggu
Penyidik turut menelusuri asal-usul komponen serta mekanisme perakitannya. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kesesuaian perangkat yang terpasang dengan spesifikasi dan ketentuan yang tercantum dalam kontrak pengadaan.
Kejanggalan lainnya ditemukan pada komponen pintu dan penutup kabin lift. Bagian tersebut diduga tidak didatangkan sebagai satu paket dari pabrikan, melainkan dibuat secara terpisah menggunakan material yang dibeli dari toko bangunan.
“Penutup lift itu juga dibuat sendiri. Bukan satu paket yang datang dari China. Mereka produksi di workshop,” ucapnya.
Material berupa pelat besi disebut diolah di bengkel milik penyedia di Balikpapan untuk dijadikan pintu dan penutup kabin. Penyidik perlu memastikan apakah metode pengerjaan tersebut sesuai dengan spesifikasi teknis, standar mutu, serta ketentuan yang disepakati dalam kontrak.
Selain komponen perangkat, penyidik menyoroti penggabungan pengadaan lift dengan pekerjaan konstruksi bangunan dalam satu paket. Menurut Imam, kedua jenis pekerjaan tersebut memiliki kebutuhan kualifikasi yang berbeda.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




