
Petugas Damkar Bontang memadamkan kebakaran lahan di kawasan Nyerakat Kiri, Bontang Lestari, yang turut berdampak pada kualitas udara. (ADIEL KUNDHARA/KALTIM POST)
KALTIMPOST.ID, BONTANG – Kebakaran lahan yang terjadi di sejumlah titik Kota Bontang dalam beberapa hari terakhir berdampak pada kualitas udara. Hasil pengukuran alat uji kualitas udara milik Puskesmas Bontang Lestari menunjukkan kadar PM2.5 mencapai 249 µg/m³ atau masuk kategori tidak sehat.
“Pengujian dilakukan tadi pagi sekitar pukul 07.56 Wita. Lokasinya di area parkir puskesmas,” kata salah seorang tenaga kesehatan, Kamis (29/10/2026).
Sementara itu, aplikasi Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) milik Kementerian Lingkungan Hidup, dengan stasiun pemantauan Tanjung Laut, menunjukkan kualitas udara berada pada kategori sedang. Parameter PM2.5 tercatat sebesar 60 µg/m³.
Baca Juga: Rusia Dituding Jadi Dalang Kerusuhan di Eropa, Putin: Mereka Cuma Cari Kambing Hitam
Aplikasi IQAir juga menggambarkan kualitas udara di Bontang berada pada kategori sedang, dengan kadar PM2.5 sebesar 77 µg/m³. Namun, peta pada aplikasi tersebut menunjukkan adanya kebakaran lahan dengan intensitas sedang di sekitar Jalan Urip Sumoharjo. Luas area yang terindikasi terdampak mencapai 5,49 kilometer persegi.
Adapun aplikasi Windy menunjukkan kualitas udara di Bontang masih berada pada kategori sedang, dengan parameter PM2.5 sebesar 64 µg/m³.
Sebagai informasi, kebakaran lahan terjadi di tiga titik di Kota Bontang pada Rabu (28/10/2026).
Berdasarkan informasi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan), kebakaran pertama terjadi sekitar pukul 10.20 Wita di Jalan Linmas 2, Bontang Lestari. Sebanyak tiga unit mobil pemadam kebakaran dan 20 petugas dikerahkan untuk memadamkan api.
Sekitar lima jam kemudian, kebakaran lahan kembali terjadi di Jalan Pupuk Raya, Guntung. Terakhir, pada pukul 16.18 Wita, petugas menerima laporan kebakaran serupa di kawasan Nyerakat Kiri, Bontang Lestari. (*)
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




