BONTANG- RSUD Taman Husada berencana membuka layanan urologi untuk menjawab tingginya kebutuhan masyarakat terhadap penanganan kasus saluran kemih dan organ reproduksi. Saat ini, manajemen masih menjalin komunikasi dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia terkait skema penugasan dokter spesialis.
Direktur RSUD Taman Husada, dr Suhardi, mengatakan rencana tersebut merupakan bagian dari program adaptasi dokter spesialis lulusan luar negeri yang digagas Kementerian Kesehatan.
“Modelnya kerja sama dengan Kemenkes. Bentuknya penugasan dokter lulusan luar negeri yang sedang menjalani masa adaptasi selama satu tahun,” kata dr Suhardi.
Ia menerangkan, dokter yang dimaksud merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) yang menempuh pendidikan spesialis di luar negeri. Sesuai kebijakan Kemenkes, mereka wajib menjalani masa adaptasi dan supervisi sebelum dapat praktik mandiri penuh di Indonesia.
Dalam skema tersebut, dokter akan ditempatkan di daerah tertentu sebagai lokasi adaptasi. Selama masa itu, mereka berada di bawah supervisi dokter urologi yang sudah berpraktik di Indonesia.
“Selama setahun akan ada supervisi dari dokter urologi yang sudah ada, bisa dari Samarinda atau Kutai Timur. Jadi semacam mentor atau pengawas,” ucapnya.
Saat ini, Kota Bontang memang belum memiliki dokter spesialis urologi. Akibatnya, pasien dengan kasus urologi harus dirujuk ke Samarinda atau Kutai Timur. Padahal, menurut dr Suhardi, kebutuhan layanan tersebut cukup tinggi.
“Kasusnya cukup banyak. Sementara ini kalau ada kasus urologi, pasien dirujuk ke Samarinda atau Kutim,” tutur dia.
Karena itu, manajemen RSUD Taman Husada menargetkan layanan urologi bisa terealisasi pada 2026, meski masih menunggu kepastian penempatan dari Kementerian Kesehatan.
“Masih komunikasi dengan Kemenkes. Harapannya 2026 ini sudah bisa berjalan,” imbuhnya.
Jika terealisasi, layanan urologi akan menjadi tambahan penting bagi penguatan layanan spesialistik di RSUD Taman Husada. Kehadiran dokter urologi di Bontang diharapkan mampu mengurangi beban rujukan luar daerah sekaligus mempercepat penanganan pasien. (*)
Editor : Ismet Rifani