Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Kas PT BME Merosot Tajam ke Rp 9,16 Miliar, Namun Berhasil Balikkan Rugi Menjadi Laba di 2024

Adhiel kundhara • Senin, 2 Maret 2026 | 17:06 WIB

DISTRIBUSI JARGAS: PT Bontang Migas dan Energi (BME) merupakan BUMD yang melayani penyaluran jaringan gas bagi rumah tangga. (ADIEL KUNDHARA/KP)
DISTRIBUSI JARGAS: PT Bontang Migas dan Energi (BME) merupakan BUMD yang melayani penyaluran jaringan gas bagi rumah tangga. (ADIEL KUNDHARA/KP)

 

KALTIMPOST.ID-Kinerja keuangan PT Bontang Migas dan Energi (Perseroda) sepanjang 2024 menunjukkan dinamika signifikan. Berdasarkan laporan posisi keuangan per 31 Desember 2024, total aset perusahaan tercatat Rp22,72 miliar. Angka ini turun drastis dibandingkan 2023 yang mencapai Rp55,04 miliar.

Penurunan paling mencolok terjadi pada aset lancar. Jika pada 2023 nilainya Rp54,74 miliar, maka pada 2024 tersisa Rp22,51 miliar. “Kas dan setara kas juga merosot dari Rp35,71 miliar menjadi Rp9,16 miliar di akhir tahun buku 2024,” kata Sudiyono.

Dalam laporan arus kas, tercatat kas bersih digunakan untuk aktivitas operasi sebesar Rp26,55 miliar. Padahal, pada 2023 perusahaan masih membukukan kas bersih dari operasi Rp10,76 miliar.

Baca Juga: Bonus Petugas Kebersihan Bontang Cair Dua Pekan Sebelum Lebaran, Terima Satu Bulan Gaji

Meski demikian, perusahaan mencatat laba bersih setelah pajak Rp563,53 juta pada 2024. Capaian itu berbanding terbalik dengan 2023 yang membukukan rugi Rp224,96 juta. Laba tersebut turut mendorong kenaikan saldo laba menjadi Rp3,41 miliar dari sebelumnya Rp2,85 miliar.

Di sisi lain, total liabilitas berhasil ditekan signifikan. Jumlah liabilitas lancar turun dari Rp48,25 miliar pada 2023 menjadi Rp15,51 miliar di 2024. “Penurunan terbesar berasal dari utang usaha yang menyusut dari Rp48,24 miliar menjadi Rp15,50 miliar,” ucapnya. 

Sudiyono menilai, penurunan aset dan kas perlu dicermati secara komprehensif. Secara struktur, perusahaan berhasil menekan kewajiban secara signifikan. Namun, penurunan kas yang cukup tajam harus menjadi perhatian dalam menjaga likuiditas jangka pendek.

Baca Juga: Rincian Penerima BLT Bontang Rp 300 Ribu: Cek Sebaran per Kelurahan

Ia menambahkan, perbaikan laba bersih menunjukkan adanya efisiensi operasional. Namun, arus kas operasi negatif menandakan perlunya penguatan manajemen modal kerja, terutama dalam pengelolaan piutang dan utang usaha.

Secara keseluruhan, ekuitas perusahaan tercatat Rp6,92 miliar pada 2024, naik dari Rp6,32 miliar di 2023. Kondisi ini mencerminkan adanya penguatan struktur permodalan meski di tengah tekanan arus kas.

Dengan capaian tersebut, PT BME diharapkan mampu menjaga stabilitas keuangan serta meningkatkan kinerja operasional pada 2025, seiring upaya konsolidasi dan efisiensi yang telah dilakukan sepanjang tahun buku 2024. (*/riz)

Editor : Muhammad Rizki
#bontang #jargas #PT Bontang Migas dan Energi