KALTIMPOST.ID, BONTANG – Program distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Bontang sementara dihentikan menjelang libur dan cuti bersama Lebaran. Pendistribusian terakhir dilakukan pada Senin (16/3/2026).
Kepala Regional SPPG Kota Bontang Surya Dwi Saputra menjelaskan penghentian sementara tersebut menyesuaikan dengan jadwal libur sekolah serta masa cuti bersama Lebaran.
“Betul, hari ini menjadi hari terakhir pendistribusian sebelum libur bersama dan cuti Lebaran,” kata Surya.
Ia menjelaskan, sebagian besar sekolah bahkan telah menerima distribusi terakhir sejak Jumat pekan lalu. Langkah tersebut dilakukan agar jadwal layanan tetap selaras dengan aktivitas belajar siswa yang mulai memasuki masa libur.
Baca Juga: Posko THR Paser 2026 Dibuka, Disnakertrans Mulai Terima Aduan Pekerja
“Untuk sekolah rata-rata terakhir distribusi pada Jumat kemarin. Ini menyesuaikan dengan jadwal libur anak-anak sekolah,” ujarnya.
Meski distribusi dihentikan sementara, pelayanan untuk kelompok sasaran lain tetap disesuaikan. Surya memastikan program MBG akan kembali berjalan setelah masa libur berakhir.
Menurut rencana, pendistribusian untuk kelompok balita, ibu hamil, dan ibu menyusui (B3) akan dimulai kembali pada 26 Maret. Sementara untuk siswa sekolah dijadwalkan kembali berjalan pada 31 Maret.
“Pendistribusian untuk B3 dimulai 26 Maret, sedangkan untuk anak sekolah kembali pada 31 Maret,” tuturnya.
Selama masa jeda tersebut, pihak SPPG memanfaatkan waktu untuk melakukan evaluasi program bersama para mitra serta pengelola dapur unit layanan.
Surya mengungkapkan evaluasi awal sebenarnya sudah dilakukan pada pekan lalu bersama seluruh mitra dan kepala SPPG di masing-masing dapur unit layanan.
“Evaluasi sudah kita lakukan pekan kemarin bersama seluruh mitra dan kepala SPPG di masing-masing dapur unit layanan,” terangnya.
Ia berharap masa libur ini juga dimanfaatkan oleh karyawan maupun relawan di setiap dapur untuk melakukan evaluasi internal. Tujuannya agar pelaksanaan program MBG dapat berjalan lebih optimal setelah libur Lebaran.
Selain evaluasi kinerja, pembenahan fasilitas juga menjadi perhatian selama masa jeda program. Beberapa dapur unit layanan masih memiliki kekurangan fasilitas yang perlu dilengkapi sesuai rekomendasi hasil evaluasi.
“Harapannya selama masa libur ini ada evaluasi bersama antara karyawan dan relawan, sekaligus pembenahan terhadap fasilitas yang masih kurang di masing-masing SPPG,” pungkasnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo