
KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Dinas Kesehatan (Diskes) Kaltim mengimbau orangtua untuk lebih waspada terhadap gejala Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pada anak.
Ketua Tim Surveilans Imunisasi dan Respons KLB Diskes Kaltim, Erwin Nursyahram Dani, mengatakan orang tua perlu memperhatikan tanda gejala pada anak apabila terpapar asap.
"Apabila terpapar asap ataupun sudah mengalami tanda gejala infeksi saluran napas atas, segera lapor ke fasilitas kesehatan terdekat seperti Puskesmas, klinik, atau praktik dokter. Semakin cepat ditangani semakin mudah sembuh," kata Erwin pada Minggu (25/10).
Dia menjelaskan, tanda gejala ISPA umumnya berupa mudah dikenali dan minta orangtua bisa memperhatikannya. "Tanda gejalanya demam, panas, batuk. Jika ada batuk berarti ada benda asing, tubuh merespon. Juga gangguan pernapasan, batuk pilek. Itu tanda gejala ISPA," ujarnya.
Baca Juga: Dekan Kesmas Unmul Sebut Lonjakan ISPA di Kaltim Jadi Tanda Peringatan Dini
Terkait tingkat keparahan, Erwin menyebut pola napas menjadi indikator penting. Pola napas normal orang dewasa 20-25 kali per menit, jika sudah di atas 40 kali per menit berarti ada kelainan dan harus segera melapor ke petugas kesehatan.
Mengenai kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dan Work From Home (WFH) yang diterapkan di beberapa wilayah, Erwin menilai kebijakan tersebut sudah tepat namun belum komplit.
"Sudah tepat namun belum komplit. Harus diatasi dari hulunya. Pencemaran udara dari karhutla adalah faktor risiko yang harus dikendalikan,” tegasnya.
Dia menegaskan bahwa masalah Ini bukan tanggung jawab Diskes sendiri, perlu koordinasi lintas sektor dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Kehutanan, dan Pertanian.
“Kalau asapnya tetap tinggi, Dinkes akan kewalahan menangani lonjakan kasus," jelasnya.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




