KALTIMPOST.ID, KALTIM-Kondisi udara di Provinsi Kaltim tengah menjadi sorotan. Berdasarkan data terbaru dari portal statistik Databoks Katadata pada Senin pagi (2/3/2026), wilayah ini menempati posisi puncak sebagai daerah dengan polusi udara tertinggi atau kualitas udara terburuk di seluruh Indonesia.
Berdasarkan pantauan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU), kadar polutan di Benua Etam menunjukkan angka yang signifikan dibandingkan provinsi lainnya.
Hal ini mengindikasikan bahwa konsentrasi partikulat di udara Kaltim berada pada level yang perlu diwaspadai oleh masyarakat, terutama bagi kelompok rentan.
Faktor dan Dampak Kesehatan
Meskipun fluktuasi indeks kualitas udara dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari aktivitas industri hingga kondisi cuaca, posisi Kaltim di urutan pertama nasional pagi ini menjadi sinyal penting untuk meningkatkan proteksi diri.
Kualitas udara yang buruk dapat memicu berbagai masalah kesehatan, antara lain, Gangguan saluran pernapasan (ISPA), Iritasi pada mata dan tenggorokan, dan memperburuk kondisi penderita asma atau penyakit jantung.
Rekomendasi bagi Masyarakat
Menyikapi data tersebut, warga di wilayah Kalimantan Timur, khususnya di pusat-pusat kota, disarankan untuk menggunakan masker, terutama saat beraktivitas di luar ruangan.
Membatasi aktivitas luar ruang yaitu mengurangi durasi olahraga atau kegiatan fisik di luar saat polusi sedang tinggi.
Baca Juga: PPU Gelar Operasi Pasar saat Safari Ramadan, Mendag Jamin Pasokan Lebaran Stabil
Kemudian, memantau update ISPU dengan cara terus memperbarui informasi kualitas udara melalui aplikasi resmi pemerintah atau kanal berita terpercaya.
Hingga berita ini diturunkan, pemerintah daerah terus melakukan pemantauan terhadap sumber-sumber polusi guna memastikan langkah mitigasi yang tepat agar kualitas udara kembali ke level normal dan sehat bagi masyarakat.(*)
Editor : Almasrifah