Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Timur menyebut, penyelidikan sementara mengarah pada konflik personal yang telah berlangsung cukup lama. Ketegangan tersebut diduga dipicu persoalan relasi dalam keluarga, yang kemudian berkembang menjadi niat melakukan kekerasan terhadap korban.
Selain faktor emosional, penyidik juga menelusuri kemungkinan adanya motif ekonomi. Aparat menduga pelaku memiliki kepentingan tertentu terhadap harta keluarga korban. Dugaan ini diperkuat oleh keterangan sejumlah anggota keluarga yang menilai perilaku pelaku selama ini cenderung manipulatif dan menimbulkan tekanan psikologis.
Kepolisian menegaskan bahwa seluruh keterangan masih bersifat sementara. Pemeriksaan lanjutan terhadap pelaku dan pihak-pihak terkait terus dilakukan untuk memastikan apakah tindakan tersebut dilakukan secara spontan atau telah direncanakan sebelumnya.
Di sisi lain, keluarga korban mendesak aparat penegak hukum agar kasus ini diproses secara transparan dan tanpa perlakuan istimewa. Mereka menilai terdapat indikasi kuat bahwa pembunuhan tersebut tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan melalui rangkaian persiapan tertentu.
Polda Jawa Timur menyatakan akan mengumumkan hasil penyidikan lanjutan setelah seluruh alat bukti dikumpulkan. Kasus ini menjadi perhatian publik karena melibatkan aparat penegak hukum sekaligus mengangkat kembali isu kekerasan dalam lingkup keluarga.
Editor : Uways Alqadrie