KALTIMPOST.ID-Namanya memang baru mengisi kepengurusan Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Katlim.
Meski begitu, Sabaruddin Panrecalle mengaku punya visi yang jelas dalam pembinaan prestasi cabang olahraga (cabor) tersebut.
Untuk fokus pada pembinaan atlet, Sabaruddin menilai tentu saja kualitas pelatih jadi perhatian khusus.
Makanya, PSTI Kaltim di bawah kepemimpinannya harus memastikan pelatih lokal juga kompeten.
“Ya, pembinaan memang tidak lepas dari pelatih yang harus mumpuni. Karena peran pelatih ini penting untuk proses pembinaan atlet,” jelasnya.
Di sisi lain, ia juga menyinggung soal kekuatan sepak takraw yang memang didominasi oleh dua negara, Malaysia dan Thailand. Kekuatan negara-negara ini tak hanya diakui di skala Asia Tenggara, tetapi juga dunia.
Mengetahui itu, Sabaruddin menyebut ini tentu menjadi catatan khusus. Di mana, demi peningkatan prestassi Kaltim, tidak menutup kemungkinan pihaknya akan mencoba belajar atau melakukan training center (TC) di sana.
“Atau bahkan merekrut pelatih-pelatih andal mereka, untuk dibawa ke Kaltim memberi pelatihan khusus ke pelatih-pelatih kita,” sebutnya.
Terlepas itu, pria yang juga menjabat ketua Komisi II DPRD Kaltim ini mengaku tidak ingin muluk-muluk.
Mengingat nakhoda PSTI Kaltim baru saja diserahkan padanya, ia meminta diberi kesempatan untuk membentuk kepengurusan lebih dulu.
“Setelah itu kami undang semua teman-teman Pengcab, mau pun atlet-atlet, tentunya juga tidak kalah pentingnya para atlet yang punya potensi bersaing di kancah internasional,” tutupnya. (rd)
OKTAVIA MEGARIA
Editor : Romdani.