Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Lebaran dalam Balutan Keprihatinan

Ery Supriyadi
Penulis: Ery Supriyadi❯

Rudy Ma'sud dan Seno Aji serta Andi Harun saat masa kampanye Pilgub Kaltim 2024.
Rudy Ma'sud dan Seno Aji serta Andi Harun saat masa kampanye Pilgub Kaltim 2024.


Advertisement

Oleh:

Rusdiansyah Aras

Ketua KONI Kaltim 

Advertisement

 

KALTIMPOST.ID - Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriah menghadirkan suasana yang kontras. Jika pada tahun-tahun sebelumnya, kemenangan dirayakan dengan keriuhan, kali ini Kalimantan Timur menjalani Lebaran dalam keheningan yang tak biasa.

Syok fiskal yang menghantam Bumi Etam. Baik di tingkat provinsi maupun di 10 kabupaten dan kota, telah mengubah wajah silaturahmi. Dampaknya terasa nyata hingga ke koridor pemerintahan.

Advertisement

Hilangnya Tradisi di Rumah Jabatan

Tahun ini, gerbang Odah Etam tetap tertutup. Tidak ada tenda putih berdiri, tidak tercium aroma hidangan khas Lebaran, dan tidak terlihat antrean warga yang ingin bersalaman dengan pemimpinnya.

Keputusan Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud dan Wakil Gubernur Seno Aji, bersama para bupati dan wali kota se-Kaltim, untuk meniadakan open house menjadi cerminan empati. Di tengah kondisi ekonomi yang sulit, memamerkan kemewahan di rumah dinas bukanlah pilihan bijak.

Namun, kebijakan ini juga membawa konsekuensi sosiologis yang dalam. Interaksi langsung antara pemimpin dan rakyat di momen sakral pun terputus.

Kini, satu-satunya ruang pertemuan tersisa berada di saf-saf masjid saat Salat Id. Di sanalah, dalam waktu singkat, pemimpin dan rakyat bertemu sebagai sesama hamba Tuhan.

Mimbar Moral Andi Harun

Di tengah kesunyian protokoler, Wali Kota Samarinda Andi Harun mengambil langkah berbeda. Ia tampil sebagai khatib di Masjid Raya Samarinda, melampaui sekat birokrasi yang ada.

Mimbar masjid menjadi saluran komunikasi alternatif. Melalui khotbah, ia menyampaikan pesan moral secara langsung, menguatkan mental warga yang tengah tertekan secara ekonomi.

Momentum itu juga membuka ruang untuk saling memaafkan secara lebih alami, tepat setelah doa penutup. Ini menjadi model kepemimpinan yang menyentuh akar rumput saat jalur formal terbatas oleh kondisi anggaran.

Langkah Terbaik bagi Pemimpin Daerah

Fenomena “Lebaran Sepi” memunculkan pertanyaan: bagaimana cara pemimpin daerah tetap memenangkan hati rakyat?

Pertama, kepemimpinan berbasis empati menjadi kunci. Saat anggaran terbatas, kehadiran fisik dan dukungan moral jauh lebih berarti. Pemimpin perlu lebih sering turun langsung tanpa jarak.

Kedua, transparansi kebijakan fiskal harus dikedepankan. Penjelasan yang jujur mengenai kondisi keuangan daerah akan membangun kepercayaan, bukan kecurigaan.

Ketiga, silaturahmi digital perlu dioptimalkan. Ketika open house fisik ditiadakan, media sosial dan siaran langsung dapat menjadi jembatan komunikasi.

Keempat, fokus pada jaring pengaman sosial. Efisiensi anggaran harus diarahkan untuk memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap terjangkau, terutama di hari raya.

Kalimantan Timur saat ini berada dalam masa transisi yang penuh tantangan. Namun, rasa bangga terhadap daerah ini tidak boleh luntur, meski dalam kondisi prihatin.

Selamat Hari Raya Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriah.
Mohon maaf lahir dan batin.

Masyarakat kini menanti langkah nyata berikutnya dari para pemimpin. Harapannya, badai fiskal segera berlalu dan kehangatan silaturahmi kembali pulih di tahun mendatang. (*)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Wali Kota Samarinda Andi Harun dan Pengurus SPS Perkuat Komunikasi dengan Pers

Wali Kota Samarinda Andi Harun dan Pengurus SPS Perkuat Komunikasi dengan Pers

Andi Harun menerima pengurus SPS di Balai Kota Samarinda. Pertemuan membahas dinamika pemberitaan dan komunikasi pemerintah dengan pers.

Tak Mau Terus Bayar Vendor, Samarinda Kembangkan Aplikasi Sendiri

Tak Mau Terus Bayar Vendor, Samarinda Kembangkan Aplikasi Sendiri

Pemkot Samarinda mengandalkan programmer lokal dan mengadopsi sistem daerah lain untuk membangun kemandirian digital.

Andi Harun Waspadai Sisi Gelap Inovasi Pemerintahan

Andi Harun Waspadai Sisi Gelap Inovasi Pemerintahan

Wali Kota Samarinda ingin meninggalkan warisan kepemimpinan berupa pembenahan sistem pemerintahan yang efisien dan akuntabel.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer