
KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Wali Kota Samarinda Andi Harun menyoroti pentingnya pembenahan tata kelola pemerintahan sebagai kunci utama pembangunan daerah. Menurutnya, tantangan yang dihadapi bukan sekadar persoalan kepemimpinan atau kejujuran personal, melainkan masalah sistemik yang lebih mendasar.
Dalam paparannya, pria yang akrab disapa AH itu mengaku tidak tertarik membuat biografi, meski memiliki ketertarikan dalam dunia tulis-menulis. Dia lebih memilih meninggalkan catatan mengenai jejak tata kelola pemerintahan yang diterapkannya selama menjabat hingga 2029 mendatang.
"Saya pengin meninggalkan satu catatan yang kira-kira suatu hari bisa dikenang jejak kepemimpinan yang hari ini selama kurang lebih dua periode sampai pada 2029, yakni soal tata kelola," kata AH saat menyambut rombongan Serikat Perusahaan Pers (SPS) Pusat di Balai Kota Samarinda.
Ia menjelaskan, sebelum menjabat sebagai wali kota, dirinya sempat mengira hambatan utama pemerintahan hanya terletak pada praktik korupsi atau ketimpangan visi. Namun, seiring waktu, ia menyadari bahwa tata kelola merupakan persoalan fundamental yang dihadapi banyak daerah di tingkat nasional.
Persoalan tata kelola tersebut kini menjadi salah satu fokus perhatiannya, terutama di tengah upaya Pemerintah Kota Samarinda mengikuti ajang Innovative Government Award (IGA).
AH bahkan secara khusus mengingatkan adanya potensi sisi negatif dari sebuah inovasi.
"Ada the dark side of innovation, ada sisi gelap dari inovasi yang sekarang sedang berkembang," pungkasnya.
Menurut dia, pernyataan tersebut menjadi refleksi atas beragamnya tafsir mengenai tata kelola pemerintahan yang efisien, tetapi tetap akuntabel di masa depan. (*)
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




