Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Tahun 2025: Mendengar, Berdialog, dan Menguatkan Transformasi Pendidikan Tinggi di Kaltim

Romdani. • Sabtu, 27 Desember 2025 | 06:30 WIB
Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian
Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian

Oleh:

Dr Hetifah Sjaifudian, MPP

Ketua Komisi X DPR RI

 

KALTIMPOST.ID-Sepanjang tahun 2025, saya berkesempatan mengunjungi dan melaksanakan kegiatan di 15 perguruan tinggi di Kaltim.

Mulai universitas, politeknik, hingga sekolah tinggi. Sebagai bagian dari tanggung jawab selaku anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kaltim di komisi yang membidangi pendidikan.

Setiap kampus menghadirkan dinamika yang berbeda. Namun satu benang merah terasa kuat, yakni semangat civitas akademika untuk terus berbenah dan relevan dengan perubahan zaman.

Berbagai tema dibahas, dari topik pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) untuk transformasi pembelajaran, pencegahan dan penanganan kekerasan di perguruan tinggi.

Selain itu, penciptaan peluang ekonomi digital bagi mahasiswa, peningkatan mutu dosen, hingga proses transformasi kelembagaan kampus.

Hal itu menunjukkan bahwa perguruan tinggi di Kaltim memiliki kesadaran yang tinggi terhadap tantangan masa depan.

Mahasiswa tidak hanya antusias, tetapi juga kritis. Mereka menyampaikan aspirasi tentang kesiapan kampus menghadapi era digital, akses terhadap teknologi pembelajaran, relevansi kurikulum dengan dunia kerja, serta pentingnya kampus yang aman, inklusif, dan bebas dari kekerasan.

Dari para dosen dan pimpinan perguruan tinggi, aspirasi yang muncul relatif konsisten. Yakni keperluan penguatan kapasitas SDM dosen, kejelasan jenjang karier, dan kesejahteraan.

Selain itu, dukungan riset dan publikasi, perlunya dukungan yang lebih besar dari pemerintah bagi kampus swasta, serta percepatan proses kelembagaan bagi kampus-kampus yang tengah bertransformasi.

Mereka berharap kebijakan pendidikan tinggi tidak berhenti di pusat. Tetapi benar-benar berpihak dan kontekstual dengan kondisi kampus di daerah.

Kesan yang sangat positif saya rasakan ketika pada beberapa kesempatan, dialog di kampus dihadiri langsung oleh para pengambil keputusan di Kemdiktisaintek.

Di antaranya Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Prof Benny Bandanajaya, Direktur Sumber Daya Manusia (SDM) Prof Sri Suning, dan Direktur Kelembagaan Prof Mukhamad Najib.

Kehadiran mereka bukan hanya memperkaya diskusi secara substantif. Tetapi juga memberi pesan kuat bahwa negara hadir, mendengar, dan membuka ruang dialog langsung dengan civitas akademika.

Respons kampus pun sangat antusias. Yakni aspirasi bisa disampaikan tanpa sekat dan banyak pertanyaan teknis dijawab langsung di tempat.

Rangkaian kegiatan itu menegaskan satu hal penting. Yakni perguruan tinggi bukan sekadar institusi pendidikan, melainkan ruang strategis pembentukan masa depan bangsa.

Mendengar langsung suara mahasiswa dan civitas akademika di Kaltim memperkuat komitmen saya untuk terus mengawal kebijakan pendidikan tinggi yang adil, adaptif, berkualitas, berdampak, serta berpihak pada keselamatan insan kampus.

Kampus yang aman, nyaman, dan progresif adalah prasyarat mutlak bagi lahirnya generasi unggul di Kaltim.

Kunjungan ke kampus-kampus tahun ini juga diwarnai rasa bangga atas kemajuan yang telah diraih.

Universitas Mulawarman (Unmul) kini telah memperoleh akreditasi unggul. Sementara Universitas Balikpapan (Uniba) telah memiliki Fakultas Kedokteran, sebuah capaian penting bagi penguatan pendidikan tinggi di Kaltim.

Tahun 2025 program beasiswa Gratispol dari Pemprov Kaltim telah diluncurkan. Sehingga generasi muda Kaltim memiliki harapan lebih besar untuk bisa kuliah.

Namun masih ada berbagai aspirasi yang harus diperjuangkan seperti keberadaan Prodi Pariwisata di Universitas Muhammadiyah Berau, serta harapan STITEK Bontang untuk menjelma menjadi universitas.

Selama tahun 2025, kegiatan telah dilaksanakan di Unmul, Uniba, Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) Paser, Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Samarinda, dan Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Timur (UNU Kaltim).

Kemudian Universitas Widya Gama Mahakam (UWGM) Samarinda, Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta), dan Universitas Mulia Balikpapan (UMB).

Selain itu, Politeknik Negeri Samarinda (Polnes), Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba), dan Politeknik Sinarmas Berau, IKIP PGRI Kalimantan Timur.

Lalu, Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Awang Long, Sekolah Tinggi Teknologi (STITEK) Bontang, dan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Nusantara Sangatta.

Semoga tahun depan giat serupa bisa dilanjutkan di kampus-kampus lain yang juga berharap bisa menyalurkan aspirasi mereka. (rd)

Editor : Romdani.
#penajam paser utara #kutai kartanegara #Universitas Mulawarman #universitas balikpapan #Kutai Barat #pendidikan tinggi