Oleh:
Noveranus Duma Saro
Statistisi Ahli Pertama BPS Kabupaten Paser
Pembangunan merupakan upaya berkelanjutan terus diupayakan oleh pemerintah baik tingkat pusat hingga tingkat daerah dengan tujuan dasar untuk menjamin kesejahteraan masyarakatnya.
Di Kalimantan Timur sendiri, upaya ini tergambarkan pada visi dan misi Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur tahun 2025-2030 dengan visi “Kaltim Sukses Menuju Generasi Emas”, serta dituangkan lebih detail melalui enam misi pembangunan, mulai dari peningkatan kualitas sumber daya manusia yang lebih unggul, optimalisasi ekonomi yang berbasis pada komoditas unggulan, pembangunan infrastruktur dan tata kelola pemerintahan yang berbasis teknologi, serta penguatan nilai-nilai budaya keagamaan dan juga pembangunan yang berwawasan lingkungan guna menciptakan pembangunan yang berkelanjutan.
Visi dan misi pembangunan Kalimantan Timur yang mulia tersebut tentu tidak bisa berhenti pada perencanaan saja. Diperlukan pengukuran terus-menerus secara objektif agar pemerintah dan masyarakat dapat mengetahui sejauh mana manfaat dari kebijakan yang dijalankan ini memiliki dampak pada kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. Untuk hal inilah data menjadi fondasi utama dalam melihat pembangunan.
Dalam beberapa tahun terakhir, kondisi sosial ekonomi Kalimantan Timur mengalami perbaikan yang ditunjukkan pada sejumlah indikator. BPS mencatat persentase penduduk miskin di Kalimantan Timur menurun dari 6,54 persen di tahun 2021 menjadi 5,17 persen pada tahun 2025. Angka pengangguran di Kalimantan Timur juga mengalami penurunan, dari 6,83 persen di tahun 2021 menjadi 5,18 persen di tahun 2025.
Dari segi ekonomi, pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur hingga triwulan III tahun 2025 tercatat sebesar 4,26 persen (angka y-on-y), yang menunjukkan aktivitas ekonomi tetap tumbuh di tengah berbagai tantangan global yang ada.
Capaian sosial maupun ekonomi di Kalimantan Timur yang positif ini bukan menjadi akhir dari upaya pembangunan di wilayah Kalimantan Timur. Di tengah ketidakpastian global, transformasi teknologi, serta dinamika digitalisasi pada era sekarang menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat, sehingga pemerintah harus terus berbenah dan tidak terlena pada capaian yang sudah baik pada saat ini.
Pemerintah membutuhkan peta untuk menentukan arah serta mengambil kebijakan yang tepat dalam menghadapi ketidakpastian yang terjadi. Karenanya ketersediaan data yang akurat dan mutakhir menjadi hal yang sangat penting dan tidak dapat ditawar, terlebih khusus ketersediaan data perekonomian yang terintegrasi. Untuk itu, Sensus Ekonomi tahun 2026 menjadi langkah strategis guna memenuhi kebutuhan data ekonomi yang terpadu.
Kegiatan Sensus Ekonomi 2026 adalah kegiatan pendataan terhadap seluruh unit usaha pada berbagai sektor ekonomi, baik usaha yang berskala besar, menengah, kecil, serta skala mikro. Pendataan ini dilakukan pertama kali di Indonesia pada tahun 1986 dan dilakukan konsisten setiap sepuluh tahun sekali, di mana pada tahun 2026 ini akan menjadi kali kelima kegiatan ini dilaksanakan. Hasil dari sensus ekonomi ini akan menyediakan data dasar ekonomi yang menyeluruh pada semua sektor ekonomi serta memberikan deskripsi utuh mengenai perekonomian pada seluruh wilayah di Indonesia, termasuk Kalimantan Timur.
Pendataan ini nantinya tidak hanya memberikan gambaran jumlah dan sebaran usaha, akan tetapi akan menjawab isu-isu penting seperti daya saing usaha, peta perekonomian wilayah, UMKM dan kontribusinya pada struktur ekonomi, serta penerapan ekonomi digital dan ekonomi hijau di masyarakat.
Bagi Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, kegiatan ini dapat menjadi rujukan dalam mengambil kebijakan yang utuh untuk membangun perekonomian Kalimantan Timur menjadi lebih tangguh dan kuat. Di tengah pertumbuhan UMKM, meningkatnya aktivitas ekonomi digital serta berkembangnya sektor ekonomi kreatif, menjadikan pemerintah daerah sangat membutuhkan basis data yang lengkap agar kebijakan yang diambil benar-benar menyentuh kebutuhan pelaku usaha, khususnya usaha kecil dan mikro.
Penyusunan kebijakan-kebijakan yang berdampak langsung bagi pelaku UMKM dapat dirancang dengan lebih tepat sasaran seperti pemberian insentif usaha, fasilitasi pembiayaan, serta program pembinaan terhadap UMKM di berbagai sektor. Kegiatan ini juga dapat menjadi instrumen penting untuk membantu pemerintah daerah melakukan identifikasi perekonomian antarwilayah di kabupaten/kota pada Kalimantan Timur hingga level terkecil sekalipun.
Data yang dihasilkan nantinya memberikan gambaran wilayah mana saja yang memiliki potensi ekonomi yang besar namun saat ini belum optimal, sehingga pemerintah di daerah tersebut dapat melakukan intervensi guna mendorong optimalisasi potensi ekonomi yang ada.
Manfaat Sensus Ekonomi 2026 ini juga bisa dirasakan tidak hanya bagi pemerintah daerah di Kalimantan Timur tetapi juga oleh pelaku usaha, akademisi, maupun masyarakat umum. Pelaku usaha dapat memanfaatkan data sensus ekonomi untuk memahami kondisi pasar sehingga pelaku usaha dapat memahami peta persaingan, serta menjadi peluang untuk melakukan pengembangan usaha.
Bagi akademisi, data sensus menjadi sumber informasi penting untuk penelitian atau kajian di bidang ekonomi dan sosial. Sementara bagi masyarakat, data yang akurat akan membantu pemerintah dalam merancang kebijakan yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan.
Kendati demikian, pelaksanaan kegiatan Sensus Ekonomi 2026 tidak lepas dari tantangan yang ada. Rendahnya tingkat partisipasi para pelaku UMKM maupun perusahaan besar serta kekhawatiran pada masyarakat awam mengenai data yang diberikan akan digunakan untuk perpajakan, merupakan tantangan tersendiri dalam kesuksesan kegiatan pendataan ini.
Maka dari itu, upaya sosialisasi dan peningkatan literasi statistik menjadi upaya yang terus didorong dan diperkuat guna meningkatkan kesadaran di seluruh lapisan masyarakat.
Kesuksesan pendataan Sensus Ekonomi 2026 nantinya tidak hanya bergantung pada usaha BPS ataupun pemerintah, tetapi juga diperlukan dukungan oleh seluruh lapisan masyarakat, khususnya para pelaku usaha. Diperlukan upaya bersama dari seluruh pelaku usaha mengenai sikap kooperatif dan transparan dalam menjawab seluruh pertanyaan dalam sensus ekonomi, edukasi-edukasi publik oleh media sehingga membantu penyebaran pemahaman bagi masyarakat mengenai pentingnya sensus ekonomi ini, serta partisipasi masyarakat untuk menerima petugas pendataan sensus ekonomi yang akan datang.
Pada akhirnya, kegiatan Sensus Ekonomi 2026 bukan hanya sekadar kegiatan pendataan rutin sepuluh tahunan, melainkan langkah awal untuk menyediakan data yang akurat untuk memastikan kebijakan pembangunan ekonomi di Kalimantan Timur dapat berjalan dengan tepat sasaran.
Keberhasilan pendataan ini menjadi keberhasilan kita semua karena dapat menjadi fondasi data perekonomian yang akurat guna menjawab tantangan zaman dan mendukung arah pembangunan yang berkelanjutan. Karena pada dasarnya pembangunan itu mahal, tetapi tanpa data yang akurat, pembangunan akan jadi jauh lebih mahal. (***/rdh)
Editor : Muhammad Ridhuan