KALTIMPOST.ID, TANAH GROGOT – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser mengambil langkah strategis untuk memperkuat kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di wilayah “Bumi Daya Taka”.
Melalui Yayasan STIE Widya Praja, Pemkab Paser tengah menjajaki kerja sama dengan Sapta Group dalam pengembangan institusi pendidikan tinggi di daerah tersebut.
Sekretaris DPRD Paser sekaligus Sekretaris Yayasan Widya Praja, M Iskandar Zulkarnain, mendampingi Ketua Yayasan Sapta Group, Dr Slametno, meninjau sejumlah fasilitas pendidikan pada Jumat (27/2/2026).
Baca Juga: Jelang Lawan Persija, Borneo FC Diterpa Gangguan Beruntun di Jakarta
Lokasi yang dikunjungi meliputi Kampus STIE Widya Praja, bekas Gedung Politeknik Paser, hingga lokasi pembangunan kampus baru di Desa Janju, Kecamatan Tanah Grogot.
Setelah peninjauan, agenda dilanjutkan dengan audiensi dan presentasi bersama Bupati Paser, dr Fahmi Fadli. Pertemuan ini fokus pada peningkatan akses pendidikan tinggi melalui skema kerja sama dan pengembangan kampus.
“Alhamdulillah, pertemuan Pak Bupati dengan jajaran Yayasan Sapta Group yang juga dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesra merupakan langkah awal strategis untuk memperkuat pengembangan perguruan tinggi di Paser,” kata Iskandar Zulkarnain, Minggu (1/3/2026).
Baca Juga: Satu Unit Pikap Ludes Terbakar di Gesaliq Barong Tongkok, Begini Kronologinya
Iskandar menjelaskan bahwa Sapta Group dipilih karena rekam jejaknya dalam mengelola berbagai institusi ternama, seperti Universitas Sapta Mandiri, AMIK Multicom, hingga Akademi Kebidanan Laksamana. Keterlibatan grup ini diharapkan menghadirkan pendidikan vokasi yang berdaya saing dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
“Tujuannya adalah menciptakan institusi yang adaptif terhadap pembangunan daerah. Kami ingin memperkuat daya saing generasi muda Paser di masa depan,” tambahnya.
Dalam audiensi tersebut, terungkap sejumlah program studi (Prodi) yang direncanakan dibuka melalui kerja sama ini, antara lain:
-
S1: Teknik Sipil, Informatika, Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK), PGSD, Akuntansi, dan Manajemen.
-
D3: Kebidanan.
Langkah ini diharapkan memudahkan masyarakat lokal mengakses pendidikan tinggi variatif tanpa harus keluar daerah, sekaligus mendukung visi Pemkab Paser dalam mencetak SDM unggul. (*)