Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pengurus Koperasi Merah Putih PPU Diajarkan Susun Konsep Bisnis

Ahmad Maki
Penulis: Ahmad Maki❯
REGULASI: Yusuf Kuleh memberikan materi terkait pengembangan unit usaha Koperasi Merah Putih termasuk regulasinya.
REGULASI: Yusuf Kuleh memberikan materi terkait pengembangan unit usaha Koperasi Merah Putih termasuk regulasinya.

KALTIMPOST.ID, PENAJAM – Penyusunan konsep bisnis menjadi dasar utama yang diperlukan para Pengurus Koperasi Merah Putih di wilayah Penajam Paser Utara (PPU).


Advertisement

Hal ini dibahas tuntas dalam Pelatihan Peningkatan Kapasitas Pengurus Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih 2025 digelar di Aula Lantai III Kantor Bupati PPU, Selasa (25/11/2025).

Pemateri dari Fakultas Ekonomi Universitas Mulawarman (Unmul), Dr Yusuf Kuleh, menegaskan pentingnya pemahaman regulasi serta kemampuan menyusun konsep bisnis bagi seluruh pengurus koperasi.

Pelatihan ini diikuti sekitar 70 peserta dari sekitar 30 Koperasi Merah Putih yang tersebar dari Kecamatan Penajam, Waru dan Babulu. Pelatihan dijadwalkan berlangsung hingga beberapa hari, dengan fokus memperkuat kapasitas pengurus koperasi agar benar-benar siap mengelola unit bisnis dan memanfaatkan dukungan pemerintah.

Advertisement

“Kita memberikan bimbingan teknis kepada seluruh pengurus Koperasi Merah Putih. Ini juga terkait kebijakan pemerintah untuk koperasi Merah Putih,” jelas Yusuf.

Ia menyebutkan, materi yang diberikan mencakup regulasi serta prinsip-prinsip bisnis yang harus dijalankan koperasi ke depan.

Pelatihan tidak hanya bersifat teori. Menurut Yusuf, peserta juga diarahkan untuk praktik menyusun konsep bisnis terutama untuk unit usaha yang akan dikembangkan. Sesuai aturan, terdapat delapan unit bisnis yang boleh dibangun koperasi, namun implementasinya perlu bertahap.

Advertisement

“Semua unit bisa dibangun, tapi tidak harus barengan. Pilih satu atau dua dulu. Yang kita inginkan mereka memahami proses bisnis koperasi Merah Putih dan bagaimana bekerja sama dengan pihak ketiga,” ujarnya.

Melihat potensi daerah, Yusuf menilai PPU memiliki peluang besar dalam pengembangan koperasi karena basis ekonomi masyarakatnya bertumpu pada sektor pertanian dalam arti luas. Setiap desa disebut memiliki produk unggulan yang dapat digarap maksimal melalui kerja sama antar Koperasi Merah Putih, BumDes, UMKM, hingga distributor.

“Saya sampaikan bahwa mereka ini adalah komunitas yang saling membutuhkan. Produk unggulan desa harus diperhatikan, dan koperasi bisa bekerja sama dengan BumDes maupun UMKM,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi dengan Bank Himbara, yang nantinya menyalurkan permodalan antara Rp 3 miliar hingga Rp 5 miliar. Namun, pencairan dana itu mensyaratkan proposal bisnis yang matang.

“Walaupun proposal sudah diajukan, secara real di lapangan mereka harus memahami bagaimana meyakinkan pihak ketiga. Ini bisnis, jadi mereka harus bekerja layaknya seorang pebisnis,” tegas Yusuf.

Yusuf mengungkapkan bahwa peserta antusias ketika mempelajari analisis Business Model Canvas (BMC). Banyak yang baru menyadari bahwa mengakses pembiayaan hingga miliaran rupiah tidak semudah yang dibayangkan.

“Mereka sangat senang, karena ternyata memulai bisnis tidak sesimpel yang mereka pikir. Mengajukan permohonan ke Himbara tidak segampang kampanye yang selama ini mereka dengar. Ada proses bisnis, terutama perencanaan,” katanya.

Ia menambahkan bahwa pelatihan juga menanamkan pentingnya fokus pada satu jenis usaha sebelum mengembangkan unit bisnis lainnya.

“Setidaknya ada pembelajaran bahwa satu bisnis harus fokus dulu baru bisa ke bisnis lain. Kita banyak belajar dari koperasi-koperasi sebelumnya,” jelasnya.

Terkait besaran permodalan yang dapat diterima koperasi, Yusuf menjelaskan hal itu sepenuhnya mengikuti kebijakan Kementerian Keuangan yang disalurkan melalui Bank Himbara.

“Itu tergantung Himbara yang meneruskan aturan Kementerian Keuangan terbaru. Di situ ada proses peminjaman dan persyaratannya, termasuk proposal bisnis yang hari ini kita ajarkan,” ucapnya. (*)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Perkuat Satu Data Indonesia, Diskominfo Kubar Perdalam Statistik dan Keamanan Siber

Perkuat Satu Data Indonesia, Diskominfo Kubar Perdalam Statistik dan Keamanan Siber

Diskominfo Kutai Barat mengikuti bimtek statistik sektoral dan keamanan data di Samarinda untuk memperkuat implementasi Satu Data Indonesia.

Viral Pesan Perekrutan 18 Pegawai KDKMP, Pemprov Kaltim Tegaskan Belum Ada Arahan Resmi Pusat

Viral Pesan Perekrutan 18 Pegawai KDKMP, Pemprov Kaltim Tegaskan Belum Ada Arahan Resmi Pusat

Viral pesan rekrutmen 18 karyawan KDKMP di Kaltim. Kadisprindagkop Heni Purwaningsih sebut belum ada payung hukum resmi Kemenkop

Isi Posisi Tanpa Libatkan Pengurus, Rekrutmen Koperasi Merah Putih Lempake Dipertanyakan

Isi Posisi Tanpa Libatkan Pengurus, Rekrutmen Koperasi Merah Putih Lempake Dipertanyakan

KKMP Lempake pertanyakan kabar rekrutmen 18 karyawan Koperasi Merah Putih oleh PT Agrinas. Pengurus minta kejelasan mekanisme

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer