Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dekatkan Pelayanan Kesehatan, RSUD RAPB PPU Jajaki Kehadiran Spesialis Akupunktur

Ahmad Maki
Penulis: Ahmad Maki❯
Lukasiwan Eddy Saputro. (AHMAD MAKI/KP) 
Lukasiwan Eddy Saputro. (AHMAD MAKI/KP)  

Advertisement

 

KALTIMPOST.ID, PENAJAM – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ratu Aji Putri Botung (RAPB) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terus berupaya meningkatkan kualitas dan kelengkapan fasilitas layanan kesehatan bagi masyarakat. Apalagi, RSUD RAPB merupakan layanan yang peran sangat strategis sebagai benteng utama pelayanan kesehatan di Penajam.

Direktur RSUD RAPB PPU, dr Lukasiwan Eddy Saputro mengungkapkan bahwa pihak rumah sakit saat ini tengah melihat potensi untuk menghadirkan layanan terapi akupunktur.

Meski pengobatan tradisional akupunktur telah diakui oleh Kementerian Kesehatan, RSUD RAPB mengakui saat ini belum memiliki sumber daya manusia (SDM) dokter spesialis di bidang tersebut.

"Saat ini, kita memang belum ada untuk SDM dokter spesialis akupunktur. Namun, kalau semakin lengkap kan, tentu semakin bagus," ujar dr Lukas, Jumat (21/8/2026).

Advertisement

Ia menambahkan, kelengkapan fasilitas dan SDM menjadi hal mendasar yang harus terus ditingkatkan, terlebih dengan adanya rencana akuisisi RSUD Sepaku oleh Ibu Kota Nusantara (IKN). Kondisi tersebut menjadikan RSUD RAPB sebagai satu-satunya rumah sakit rujukan daerah yang harus benar-benar siap dan mandiri dalam memenuhi kebutuhan medis warga.

Merespons banyaknya warga PPU yang selama ini harus menyeberang ke Balikpapan untuk mendapatkan terapi akupunktur, pihak RSUD RAPB berencana melakukan penjajakan kerja sama untuk mendekatkan pelayanan tersebut.

"Bisa saja nanti kita lakukan penjajakan kerja sama. Ibaratnya bisa melamar atau praktik di rumah sakit kita. Walaupun jadwalnya tidak setiap hari, mungkin seminggu dua atau tiga kali. Utamanya adalah mendekatkan pelayanan agar warga tidak perlu jauh-jauh menyeberang ke Balikpapan," jelasnya.

Selain pemenuhan layanan akupunktur, RSUD RAPB PPU juga terus melakukan pemetaan dan evaluasi terhadap kebutuhan tenaga medis, baik dokter umum maupun dokter spesialis.

Untuk dokter umum, RSUD RAPB masih membuka peluang penambahan tenaga medis seiring adanya sejumlah dokter yang melanjutkan pendidikan spesialis. Jumlah kebutuhan tersebut nantinya akan dihitung berdasarkan analisis jabatan dan beban kerja.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Dokter Spesialis di Pedalaman Kaltim Dapat Insentif Rp 30 Juta Per Bulan, Pemprov Siapkan Rp 8,5 M

Dokter Spesialis di Pedalaman Kaltim Dapat Insentif Rp 30 Juta Per Bulan, Pemprov Siapkan Rp 8,5 M

Pemprov Kaltim menyiapkan Rp8,5 miliar untuk insentif dokter spesialis. Di Mahakam Ulu, nilainya mencapai Rp30 juta per bulan.

Gaji Plus Insentif Rp 30 Juta Menanti, Pemprov Kaltim Siap Tambah Anggaran untuk Dokter Spesialis di RS Daerah

Gaji Plus Insentif Rp 30 Juta Menanti, Pemprov Kaltim Siap Tambah Anggaran untuk Dokter Spesialis di RS Daerah

Dinkes Kaltim klarifikasi insentif dokter spesialis di daerah terpencil tembus Rp30 juta/bulan. 24 tenaga medis telah disebar ke Mahulu dkk.

JKN Bantu Neni Supadmi Akses Layanan Kesehatan untuk Keluarga

JKN Bantu Neni Supadmi Akses Layanan Kesehatan untuk Keluarga

Simak pengalaman Neni Supadmi, warga Samarinda yang terbantu layanan JKN untuk pengobatan anak dan persalinan sesar di fasilitas kesehatan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer