Harga Pangan di PPU Awal November Variatif, Cabai dan Daging Sapi Bertahan Tinggi

KALTIMPOST.ID,PENAJAM-Pergerakan harga kebutuhan pokok masyarakat di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) pada awal November 2026 terpantau bervariatif. Berdasarkan data Panel Harga Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) PPU per 5 November 2026, sejumlah komoditas hortikultura seperti aneka cabai dan daging sapi masih berada di kisaran harga yang cukup tinggi.
Cabai merah keriting tercatat menduduki level tertinggi di kelompok bumbu dapur dengan rata-rata mencapai Rp87.500 per kilogram. Menyusul di belakangnya, cabai rawit merah dibanderol Rp85.000 per kilogram dan cabai merah besar Rp73.750 per kilogram. Sementara itu, bawang merah berada di angka Rp37.857 per kilogram dan bawang putih bonggol Rp35.714 per kilogram.
Baca Juga: Sikap Gerindra Dugaan Penyadapan Eks Kapolri Ancam Keamanan Kepala Negara
Untuk produk protein hewani, daging sapi murni stabil di kisaran Rp150.000 per kilogram. Daging ayam ras berada pada harga Rp38.667 per kilogram dan telur ayam ras Rp28.500 per kilogram. Adapun komoditas ikan segar seperti ikan kembung diperdagangkan seharga Rp45.000 per kilogram, ikan tongkol Rp39.167 per kilogram, dan ikan bandeng Rp29.667 per kilogram.
Di sektor beras, beras premium terpantau di angka Rp17.625 per kilogram, beras medium Rp14.375 per kilogram, serta beras SPHP di kisaran Rp13.000 per kilogram. Minyak goreng Minyakita berada di harga rata-rata Rp15.829 per kilogram dan minyak goreng kemasan Rp25.429 per kilogram.
Baca Juga: Solusi Jangka Panjang, Pemkab PPU Siapkan Cadangan Air 2,5 Juta Kubik Antisipasi Kemarau 2027
Menanggapi fluktuasi harga tersebut, Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) PPU, Mulyono, menegaskan bahwa dinamika harga yang terjadi masih dalam batas wajar dan dipengaruhi oleh faktor cuaca serta distribusi antardaerah.
"Fluktuasi harga pada beberapa komoditas seperti cabai merupakan hal yang biasa terjadi akibat pergeseran musim panen di daerah pemasok. Namun, masyarakat tidak perlu khawatir karena ketersediaan cadangan pangan di PPU secara keseluruhan masih terpantau aman dan terkendali," ujar Mulyono saat dikonfirmasi, Kamis (5/11).
Pihaknya, lanjut Mulyono, terus mengintensifkan pemantauan harga harian melalui panel pangan guna mengantisipasi lonjakan ekstrem sekaligus menjaga stabilitas pasokan di pasaran agar daya beli masyarakat tetap terjaga di Bumi Benuo Taka.(*)
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!



