PENAJAM - Puluhan mahasiswa yang menggelar aksi unjuk rasa di depan Mapolres Penajam Paser Utara (PPU), berhasil dikawal dengan aman dan tertib oleh jajaran Polres PPU. Dengan mengedepankan pendekatan humanis, Polres PPU memastikan jalannya penyampaian aspirasi berlangsung damai tanpa adanya gangguan keamanan, Selasa (2/9).
Pengamanan dilakukan bukan untuk membatasi ruang demokrasi, melainkan untuk menjamin hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat di muka umum. Personel kepolisian terlihat aktif menjalin komunikasi dan berdialog dengan massa aksi, sehingga tercipta suasana yang penuh kekeluargaan serta jauh dari kesan represif.
Kapolres PPU, AKBP Andreas Alek Danantara dalam keterangannya yang dikutip Rabu (3/9) menegaskan bahwa Polri hadir sebagai pelindung dan pengayom masyarakat.
“Setiap warga negara memiliki hak menyampaikan aspirasi. Kami dari Polres PPU berkewajiban memastikan kegiatan tersebut berjalan dengan aman, tertib, dan tidak mengganggu kepentingan umum,” tegas Kapolres PPU, AKBP Andreas Alek Danantara.
Sebagai wujud kepedulian, anggota kepolisian juga membagikan air minum kepada para mahasiswa serta membantu mengatur arus lalu lintas di sekitar lokasi aksi agar tetap lancar. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa Polri senantiasa hadir dengan pendekatan persuasif dan mengutamakan keselamatan masyarakat.
Setelah menyampaikan orasi dan tuntutan di depan Mapolres PPU, aliansi mahasiswa kemudian melanjutkan aksinya menuju kantor DPRD Kabupaten PPU yang berjarak beberapa ratus meter saja dari Mapolres PPU. Pergerakan massa tetap berlangsung tertib dengan pengawalan ketat namun humanis dari aparat kepolisian.
Setibanya di depan kantor DPRD, para mahasiswa kembali menyuarakan aspirasi mereka dengan damai hingga akhirnya kegiatan berakhir dengan aman dan kondusif.
Aksi unjuk rasa pun ditutup dengan pembacaan tuntutan secara sukarela, dan massa membubarkan diri dengan tertib. Tidak ada kerusuhan ataupun insiden menonjol yang terjadi sepanjang jalannya aksi, sehingga situasi kamtibmas di wilayah PPU tetap terjaga dengan baik. (*)
Editor : Sukri Sikki