KALTIMPOST.ID,PENAJAM-Organisasi Laskar Pertahanan Adat Paser (LPAP) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) bersiap menggelar agenda besar Musyawarah Daerah (musda) II. Agenda yang mengusung misi penguatan kelembagaan adat ini dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 12 Februari 2026, bertempat di Aula Lantai 1 Kantor Pemkab PPU.
Ketua Panitia Penyelenggara, Zulpani Paser, Rabu (11/2) menyatakan bahwa Musda II ini merupakan momentum penting bagi masyarakat adat Paser di PPU untuk menentukan arah kepemimpinan organisasi selama lima tahun ke depan.
"Kami mengharapkan kehadiran seluruh elemen terkait dalam pembukaan Musda II ini untuk menyaksikan dimulainya periode baru kepengurusan DPD-LPAP Kabupaten Penajam Paser Utara masa bakti 2026-2031," kata Zulpani Paser.
Baca Juga: Minimalisir Nikah Siri, APRI PPU Siap Pasang Badan Lewat Kolaborasi Lintas Instansi
Rangkaian Kegiatan dan Pembukaan
Berdasarkan jadwal yang disusun panitia, acara akan dimulai pukul 07.30 Wita dengan agenda registrasi peserta. Prosesi pembukaan akan diwarnai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an serta menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya oleh Bawe Paser.
Setelah laporan ketua panitia, sejumlah tokoh dijadwalkan memberikan sambutan, antara lain Ketua Umum Demisioner LPAP PPU, Darmin dilanjutkan oleh Ketua Umum DPP LPAP Kalimantan Timur, Noviandra. Berikutnya, Bupati PPU, H. Mudyat Noor yang sekaligus akan membuka secara resmi kegiatan Musda II tersebut.
Sidang Pleno dan Penentuan Ketua
Memasuki inti acara, rangkaian sidang pleno akan dipimpin oleh tim formatur. Agenda dimulai dengan pembahasan tata tertib serta AD/RT organisasi, dilanjutkan dengan sidang komisi-komisi yang membidangi adat istiadat, seni budaya, hingga hubungan kelembagaan.
Baca Juga: Bentengi Umat dari Paham Menyimpang, Kemenag PPU Wajibkan Majelis Taklim Terdata Resmi
Puncak dari Musda II ini adalah Sidang Pleno IV yang mengagendakan musyawarah penunjukan bakal calon serta pemilihan Ketua LPAP terpilih untuk periode 2026-2030. Sebagai simbol pengukuhan, ketua terpilih nantinya akan menjalani prosesi adat berupa pemasangan Baju Pontun, pemasangan Laung, serta penyerahan Mandau Paser dan bendera organisasi oleh Pendiri LPAP.
Zulpani Paser menambahkan bahwa seluruh rangkaian acara ini telah dikoordinasikan dengan berbagai pihak, termasuk jurnalis dan media lokal, guna memastikan informasi mengenai perkembangan adat Paser di PPU dapat tersampaikan dengan luas ke masyarakat.(*)
Editor : Hernawati