Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

DLH Bersemangat Sambut Investor Pengelolaan Sampah Tapi Wali Kota Samarinda Beri Pesan Begini

M
Penulis: M Hafiz Alfaruqi❯

Plt Kepala DLH Samarinda-Suwarso
Plt Kepala DLH Samarinda-Suwarso
 


Advertisement

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA–Rencana kerja sama pengelolaan sampah ramah lingkungan ditawarkan PT Kimia Alam Subur (KAS), melalui teknologi pirolisis berbasis produk. Namun, wali kota Samarinda meminta agar rencana tersebut dikaji lebih mendalam dan dijelaskan secara detail sebelum memasuki tahap kerja sama.

Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda Suwarso mengatakan, kehadiran investor disambut positif, namun masih terdapat sejumlah catatan penting yang harus dijawab pemrakarsa.

“Pak wali menyambut baik, tetapi ada banyak hal yang perlu dijelaskan lebih detail PT KAS, karena itu menyangkut kerja sama jangka panjang,” ujarnya, Rabu (21/1).

Advertisement

Sejumlah aspek teknis menjadi perhatian utama wali kota, di antaranya kapasitas mesin, jam operasional reaktor, serta standar emisi yang digunakan. Selain itu, pemkot juga meminta kejelasan terkait standar operasional prosedur (SOP) apabila terjadi kondisi kedaruratan.

“Pak wali juga menanyakan apakah emisi pirolisis lebih rendah dibandingkan insinerator, termasuk simulasi dan pengelolaan diversifikasi emisinya. Tata kelola limbah cairnya bagaimana, itu semua diminta penjelasan,” ungkapnya.

Dari sisi pola kerja sama, Suwarso menyebutkan bahwa PT KAS menawarkan skema investasi murni swasta tanpa tipping fee, sehingga tidak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Samarinda. Pemkot hanya diminta menyiapkan lahan seluas 2 hektare di kawasan tempat pembuangan akhir (TPA), dengan kebutuhan suplai sampah sekitar 500 ton per hari.

Advertisement

“Pengangkutan sampah tetap menjadi kewajiban DLH ke TPA karena pengolahannya dilakukan di lokasi TPA. Selain itu, investor juga wajib menyusun AMDAL yang langsung dari kementerian,” jelasnya.

Dalam paparan tersebut, juga disampaikan potensi waste to product. Namun, porsi yang ditawarkan kepada Pemkot Samarinda sebesar 2,5 persen, yang dinilai masih sangat kecil. “Tadi pak wali menanggapi kalau hanya 2,5 persen itu terlalu kecil. Bentuk kerja samanya seperti apa, itu juga belum diuraikan secara jelas,” tambahnya.

Dalam presentasi awal, PT KAS mengklaim nilai investasi yang akan ditanamkan mencapai sekitar 40 juta dolar AS atau setara Rp 680 miliar. Namun, sejumlah poin penting belum dipaparkan secara rinci, termasuk potensi kekurangan dan dampak lingkungan dari teknologi tersebut.

“Tadi belum dijelaskan kekurangannya. Emisi karbondioksida setelah reaktor beroperasi seperti apa, itu semua masih ditanyakan pak wali,” tambahnya.

Pihak investor berjanji akan memperbaiki materi paparan dan menghadirkan mitra teknologinya, Co Energy, yang disebut berbasis di Arab Saudi, untuk memberikan penjelasan teknis secara lebih komprehensif pada pertemuan lanjutan. (*)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Tiga Investor Baru Lirik KEK Maloy, Pemkab Kutim Siap Kebut Infrastruktur Pendukung   

Tiga Investor Baru Lirik KEK Maloy, Pemkab Kutim Siap Kebut Infrastruktur Pendukung  

Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy Batuta Trans Kalimantan (MBTK) di Kutim kini menjadi pusat perhatian baru.

Harga Emas Antam Kian Tertekan, Simak Daftar Harga Terkini di Akhir Pekan

Harga Emas Antam Kian Tertekan, Simak Daftar Harga Terkini di Akhir Pekan

Harga emas Antam anjlok ke Rp2.526.000/gram dan buyback turun Rp65rb per 31/10/2026. Suku bunga tinggi global gerus daya tarik logam mulia.

Investor Saham Kaltim 2026: Jumlah SID Naik, Transaksi Anjlok

Investor Saham Kaltim 2026: Jumlah SID Naik, Transaksi Anjlok

Investor saham yang masuk di Kaltim meningkat, total transaksi saham justru anjlok meski sempat menembus Rp 18,64 triliun pada triwulan I.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer