Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Penataan Polder Air Hitam Diminta Berkeadilan, DPRD Soroti Nasib UMKM

D
Penulis: Denny Saputra❯
Samri Shaputra
Samri Shaputra

SAMARINDA- Rencana penataan kawasan polder Air Hitam di Kelurahan Air Hitam, Kecamatan Samarinda Ulu, diminta berjalan berkeadilan. DPRD Samarinda mengingatkan agar penertiban tidak mematikan pelaku UMKM yang selama ini menggantungkan ekonomi di kawasan tersebut. Regulasi dinilai perlu disiapkan agar kepastian hukum dan ketertiban umum berjalan beriringan.


Advertisement

Ketua Komisi I DPRD Samarinda, Samri Shaputra, menyebut hingga kini belum ada regulasi pasti yang mengatur ketertiban di kawasan itu. Karena itu, solusi jangka pendek ditempuh sembari menyiapkan payung hukum yang lebih kuat. “Sampai dengan adanya penertiban, untuk sementara pedagang dipersilakan berjualan sambil kita siapkan regulasi agar mereka lebih tenang,” ujarnya, Minggu (15/2).

Menurutnya, penataan tidak cukup hanya mengandalkan kebijakan insidentil. Jika persoalan ini masuk pembahasan komisi, arahnya bisa menjadi peraturan daerah sebagai solusi jangka panjang. “Kalau sifatnya hanya di titik tertentu, itu bisa kebijakan wali kota. Tapi kalau menyangkut kepentingan masyarakat luas, tentu perlu perda,” tegasnya.

Ia mengakui kasus di polder Air Hitam ini belum pernah diusulkan sebelumnya sebagai bahan penyusunan aturan. Namun dinamika yang muncul bisa menjadi referensi agar persoalan serupa tidak terulang. “Regulasi itu penting untuk memastikan masyarakat tetap bisa berusaha tanpa dihantui ketidakpastian,” singkatnya.

Advertisement

Samri menekankan, pemerintah perlu jeli dalam mengelola ruang publik agar kepentingan penataan kota dan ekonomi warga bisa berjalan bersama. Penertiban tanpa solusi dinilai hanya memindahkan masalah. “Jangan sedikit-sedikit penertiban tanpa solusi. Selama ini masyarakat seperti diuber-uber lalu bingung mau ke mana. Kalau ada penertiban, solusinya harus sudah disiapkan,” tandasnya.

Ia mengingatkan, pembiaran berlarut juga bukan pilihan karena berpotensi menimbulkan masalah baru. Harus dipikirkan matang supaya pemerintah dan masyarakat bisa sama-sama jalan. “Kita tidak ingin ini jadi bom waktu,” pungkasnya. (*)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

DPRD Samarinda Minta Proyek Estetika Pasar Pagi Dihentikan

DPRD Samarinda Minta Proyek Estetika Pasar Pagi Dihentikan

DPRD Samarinda minta Pemkot hentikan sementara proyek estetika Pasar Pagi karena dinilai menutup akses utama toko warga.

DPRD Dorong UMKM Samarinda Tak Sekadar Bertahan, tetapi Harus Naik Kelas

DPRD Dorong UMKM Samarinda Tak Sekadar Bertahan, tetapi Harus Naik Kelas

Komisi II DPRD Samarinda dorong pelaku UMKM naik kelas dengan peningkatan omzet dan akses pasar ke jaringan ritel modern.

Polemik Proyek Estetika Pasar Pagi, Warga Desak Pemkot Samarinda Hentikan Pemasangan Pagar

Polemik Proyek Estetika Pasar Pagi, Warga Desak Pemkot Samarinda Hentikan Pemasangan Pagar

Perwakilan warga yang terdampak pembangunan estetika Pasar Pagi Samarinda menyampaikan aspirasi dalam RDP di DPRD Samarinda

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer