Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Diskes Samarinda Genjot Standar Layanan, Lima Fasilitas Kesehatan Masuk Peringkat Teratas

D
Penulis: Denny Saputra❯

 


Advertisement

RSUD IA Moeis menempati peringkat pertama dalam evaluasi kinerja penyelenggaraan pelayanan publik sepanjang 2025.   
RSUD IA Moeis menempati peringkat pertama dalam evaluasi kinerja penyelenggaraan pelayanan publik sepanjang 2025.  
 

SAMARINDA - Dinas Kesehatan (Diskes) Samarinda terus membenahi kualitas pelayanan publik di sektor kesehatan. Upaya itu berbuah hasil setelah sejumlah fasilitas kesehatan masuk lima besar kinerja terbaik tingkat kota. Penilaian tersebut tertuang dalam Keputusan Wali Kota Samarinda Nomor 000.8/028/HK-KS/I/2026 tentang Hasil Pemantauan dan Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pelayanan Publik Tahun 2025 yang terbit 29 Januari lalu.

Dari total 78 fasilitas pelayanan publik yang dievaluasi, sektor kesehatan mendominasi lima teratas. Posisi pertama diraih RSUD IA Moeis dengan nilai 4,63 kategori A (Pelayanan Prima). Disusul UPTD Puskesmas Palaran (4,45 A-), UPTD Puskesmas Mangkupalas (4,38 A-), UPTD Puskesmas Samarinda Kota (4,36 A-), dan UPTD Puskesmas Sungai Kapih (4,31 A-).

Advertisement

Kepala Diskes Samarinda, dr Ismid Kusasih, menilai capaian itu tak lepas dari penataan standar pelayanan dan tata kelola berbasis kinerja. Menurutnya, penilaian pelayanan publik menjadi wajah evaluasi kinerja pemerintah kota secara keseluruhan.

“Kami harus memenuhi pola dan tata kelola pelayanan publik sesuai standar. Setiap fasilitas kesehatan juga wajib menjalani akreditasi, karena di situ semua unsur dinilai, mulai fisik hingga mutu pelayanan,” ujarnya, dikonfirmasi, Minggu (22/2).

Ia menjelaskan, proses akreditasi menjadi fondasi penting sebelum berbicara inovasi pelayanan. Setelah standar terpenuhi, masing-masing pimpinan fasilitas diberi ruang menghadirkan sentuhan inovatif. “Hal itu, yang membuat layanan semakin adaptif dan kompetitif,” singkatnya.

Advertisement

Ismed mencontohkan RSUD IA Moeis yang sebelumnya juga meraih pengakuan pelayanan terbaik dengan  penghargaan bergengsi dari BPJS Kesehatan sebagai FKRTL Role Model dalam Implementasi dan Pemanfaatan Mobile JKN tahun 2024.

Capaian itu dinilai selaras dengan hasil evaluasi pelayanan publik tingkat kota. “Jadi searah. Ketika standar dan akreditasi terpenuhi, wajar kalau hasilnya baik,” singkatnya.

Meski demikian, evaluasi juga mencatat lima fasilitas dengan nilai terendah. Salah satunya UPTD Puskesmas Lok Bahu di posisi 74 dengan nilai 2,27 kategori C (cukup dengan catatan). Ismed menyebut hasil itu menjadi pemicu pembenahan internal.

“Minimal bisa bertahan bagi yang sudah baik, dan yang masih di bawah harus menjadikannya motivasi untuk memperbaiki diri,” tegasnya. (*)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Tertinggal di Babak Pertama, Borneo FC U-20 Bangkit dan Bungkam Persijap 2-1 di Jepara

Tertinggal di Babak Pertama, Borneo FC U-20 Bangkit dan Bungkam Persijap 2-1 di Jepara

Borneo FC U-20 comeback kalahkan Persijap U-20 dengan skor 2-1 di Jepara. Pesut Muda sukses menyapu bersih dua laga EPA ONE 2026/2027.

Urai Antrean BBM, Empat SPBU di Samarinda Disiapkan Beroperasi 24 Jam

Urai Antrean BBM, Empat SPBU di Samarinda Disiapkan Beroperasi 24 Jam

Pemkot Samarinda mendorong penambahan jam operasional Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) menjadi 24 jam.

Dekan Kesmas Ingatkan Dampak Kronis PM 2,5, Kelompok Rentan jadi Prioritas   

Dekan Kesmas Ingatkan Dampak Kronis PM 2,5, Kelompok Rentan jadi Prioritas  

Prof Iwan M Ramdan mengingatkan dampak jangka panjang paparan polutan PM 2,5 akibat karhutla.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer