Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

DPRD Samarinda Minta Drainase Terintegrasi, Penanganan Banjir Harus Jelas

M
Penulis: M Hafiz Alfaruqi❯

 


Advertisement

TANGGULANGI BANJIR: Pembangunan sodetan di Simpang Gunung Ciremai, Jalan RE Martadinata, menjadi salah satu upaya penanganan di kawasan Pasundan dan sekitarnya.
TANGGULANGI BANJIR: Pembangunan sodetan di Simpang Gunung Ciremai, Jalan RE Martadinata, menjadi salah satu upaya penanganan di kawasan Pasundan dan sekitarnya. 

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda diminta mematangkan strategi penanganan banjir selama musim kemarau sebagai persiapan menghadapi musim hujan. DPRD Samarinda menekankan pentingnya pembangunan drainase yang terintegrasi dengan sistem pembuangan air yang jelas agar penanganan genangan lebih optimal.

Ketua Komisi III DPRD Samarinda Deni Hakim Anwar mengatakan, perencanaan penanganan banjir perlu dilakukan sejak dini. Organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, terutama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), diminta memastikan setiap saluran drainase terhubung dengan jalur pembuangan yang tepat.

Advertisement

Deni mengaku telah menyampaikan hal tersebut kepada Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Samarinda, Darmadi. Menurutnya, pemerintah perlu memiliki cetak biru (blueprint) drainase yang mencakup seluruh wilayah kota agar penanganan banjir lebih terarah.

"Drainase yang dibangun harus terintegrasi. Kita ingin seluruh drainase di Samarinda memiliki blueprint yang jelas. Ketika membuat saluran, harus diketahui ujung pembuangannya ke mana,” ujar Deni. 

Ia menjelaskan, aliran air dari kawasan perkotaan dapat diarahkan ke Sungai Karang Mumus (SKM), sedangkan kawasan lain dapat membuang air ke Sungai Mahakam sesuai sistem drainasenya. Salah satu contohnya ialah penanganan genangan yang saat ini dilakukan di Jalan Pasundan dan sekitarnya melalui saluran di dekat Bank BTN, Jalan RE Martadinata.

Advertisement

Menurut Deni, kejelasan jalur pembuangan penting agar pembangunan drainase tidak sia-sia. Tanpa perencanaan yang menyeluruh, saluran yang dibangun berisiko tidak berfungsi optimal dalam mengurangi genangan.

Meski demikian, ia menilai penanganan banjir di Samarinda menunjukkan perkembangan dibandingkan satu dekade lalu. Jika sebelumnya genangan dapat bertahan hingga berhari-hari, kini air di sejumlah kawasan bisa surut dalam hitungan jam.

Deni menambahkan, pembangunan kolam retensi dan polder menjadi bagian dari upaya Pemkot Samarinda mengendalikan genangan. Infrastruktur tersebut antara lain kolam retensi di Desa Pampang serta Polder Air Hitam, Gang Indra, dan Sempaja.

Ia menegaskan, banjir memang tidak mudah dihilangkan sepenuhnya dari Samarinda. Namun, melalui pembangunan infrastruktur dan perencanaan drainase yang terintegrasi, dampak banjir diharapkan dapat terus ditekan.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

DPRD Samarinda Soroti Pembangunan Perumahan yang Tutup Daerah Resapan Air   

DPRD Samarinda Soroti Pembangunan Perumahan yang Tutup Daerah Resapan Air  

Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda Deni Hakim Anwar, menyoroti maraknya proyek pembangunan perumahan baru yang menutup jalur pembuangan.

DPRD Samarinda Desak PLN Tuntaskan Pemadaman Bergilir

DPRD Samarinda Desak PLN Tuntaskan Pemadaman Bergilir

DPRD Samarinda meminta PLN memberikan solusi teknis dan kepastian pasokan listrik setelah pemadaman bergilir kembali terjadi.

Pasar Pagi Sepi Pembeli, DPRD Samarinda Dorong Evaluasi dan Pembenahan Fasilitas

Pasar Pagi Sepi Pembeli, DPRD Samarinda Dorong Evaluasi dan Pembenahan Fasilitas

DPRD Samarinda mendorong evaluasi dan pembenahan fasilitas untuk memulihkan animo masyarakat berbelanja ke Pasar Pagi pasca-revitalisasi.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer