Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Keluhan Warga Polder Air Hitam: Pedagang Berisik hingga Dini Hari, Penataan Masih Cari Formula

D
Penulis: Denny Saputra❯
BELUM TERTATA: Pemerintah masih mencari skema pengelolaan pedagang di kawasan Polder Air Hitam, Samarinda Ulu. DOK/KP
BELUM TERTATA: Pemerintah masih mencari skema pengelolaan pedagang di kawasan Polder Air Hitam, Samarinda Ulu. DOK/KP

Advertisement

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Penataan pedagang di kawasan Polder Air Hitam, Kecamatan Samarinda Ulu, masih menunggu kepastian pengelolaan. Sementara itu, jumlah pedagang terus bertambah dan aktivitas berjualan mulai mengganggu ketertiban hingga kenyamanan warga sekitar.

Camat Samarinda Ulu Sujono menerangkan, hingga kini belum ada pengelola resmi yang ditunjuk untuk menata kawasan tersebut. Pemerintah sebelumnya telah membahas rencana penyediaan tempat berjualan yang lebih tertata, termasuk pembangunan stan bagi pedagang. “Saat ini masih tahap pembahasan ya,” singkatnya dikonfirmasi, Jumat (23/10).

Dia menjelaskan, rencana itu sempat dibahas dalam pertemuan bersama Wali Kota Samarinda, Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perindustrian (Diskumi), serta pihak kelurahan. Namun, rencana pembangunan stan belum terealisasi karena terkendala efisiensi anggaran.

“Pak Wali waktu itu menyampaikan agar dicek lokasi yang memungkinkan untuk ditempati pedagang. Nanti ditindaklanjuti dengan pembuatan stan dan sebagainya supaya mereka ditempatkan di satu lokasi,” jelasnya.

Dia menerangkan, kondisi di lapangan membutuhkan penanganan sementara sembari menunggu kepastian pengelolaan. Keluhan masyarakat juga terus bermunculan melalui kanal SPAN-LAPOR!. “Terutama terkait kemacetan, pedagang yang tidak beraturan, serta aktivitas yang melewati batas waktu operasional,” terangnya.

Advertisement

Sebelumnya, pedagang dibatasi berjualan mulai pukul 15.00 hingga 23.00 Wita. Namun, sejumlah pedagang dilaporkan masih beraktivitas hingga pukul 01.00, bahkan 03.00 Wita, disertai suara musik yang mengganggu warga.

“Yang penting sekarang bagaimana mereka tertib dulu, tidak berserakan. Termasuk kebersihan, ketertiban, dan aturan jam operasional karena aktivitas mereka juga mengganggu masyarakat,” tegasnya.

Dia menambahkan, hasil pembahasan bersama Komisi II DPRD Samarinda menghasilkan rekomendasi agar pengelolaan sementara melibatkan kelurahan, kecamatan, dan Diskumi selama belum ada penetapan lokasi berjualan yang layak maupun pengelola definitif.

Rekomendasi tersebut selanjutnya akan disampaikan kepada Pemkot Samarinda melalui perangkat daerah terkait, termasuk Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) serta Bagian Hukum, untuk ditindaklanjuti menjadi kebijakan.

“Rencananya akan panggil para pedagang setelah kerangka penataan dan aturan disusun. Dengan demikian, aktivitas perdagangan tetap berjalan, tetapi pelaksanaannya diharapkan lebih tertib dan tidak mengganggu lingkungan sekitar,” pungkasnya. (*)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

BWS Kaltim Tangani Kekeringan, Salurkan 22 Ribu Liter Air ke Persawahan di Samarinda dan PPU

BWS Kaltim Tangani Kekeringan, Salurkan 22 Ribu Liter Air ke Persawahan di Samarinda dan PPU

BWS Kalimantan IV salurkan 22 ribu liter air ke lahan pertanian terdampak kekeringan di Samarinda dan Penajam Paser Utara.

DPRD Samarinda Soroti Pembangunan Perumahan yang Tutup Daerah Resapan Air   

DPRD Samarinda Soroti Pembangunan Perumahan yang Tutup Daerah Resapan Air  

Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda Deni Hakim Anwar, menyoroti maraknya proyek pembangunan perumahan baru yang menutup jalur pembuangan.

Pemkot Samarinda Telusuri Antrean Panjang BBM, Pergeseran ke Pertalite Jadi Pemicu Utama

Pemkot Samarinda Telusuri Antrean Panjang BBM, Pergeseran ke Pertalite Jadi Pemicu Utama

Pemerintah Kota Samarinda tengah mendalami penyebab utama antrean panjang kendaraan di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer