Kasus ISPA Samarinda Tembus 9.970 Kasus per Oktober 2026, Kelompok Produktif Terbanyak Terdampak

SAMARINDA- Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Samarinda mencatat sebanyak 9.970 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) terjadi sepanjang periode 1 hingga 23 Oktober 2026. Kelompok usia produktif antara 20 hingga 45 tahun mendominasi temuan kasus ini akibat tingginya intensitas aktivitas di luar ruangan.
Berdasarkan data rekapitulasi Diskes Kota Samarinda, kelompok usia 20-45 tahun menyumbang angka tertinggi yakni 2.561 kasus atau setara 25,69%. Posisi kedua ditempati oleh anak rentang usia 5-9 tahun dengan 1.607 kasus (16,12%), disusul balita usia 1-4 tahun sebanyak 1.567 kasus (15,72%).
Selain itu, kelompok usia 46-59 tahun mencatatkan 1.145 kasus (11,48%), usia 10-14 tahun sebanyak 988 kasus (9,91%), dan usia 15 hingga 19 tahun sebanyak 855 kasus (8,58%). Sementara itu, kelompok lanjut usia di atas 60 tahun tercatat 804 kasus (8,06%) serta bayi di bawah satu tahun sebanyak 443 kasus (4,44%).
Tren penyakit saluran pernapasan di Samarinda sebelumnya memang terus merangkak naik secara berturut-turut. Pada Juli 2026 tercatat 8.610 kasus, kemudian melonjak menjadi 10.681 kasus pada Agustus, dan mencapai puncaknya pada September dengan 12.812 kasus.
Kepala Diskes Kota Samarinda Ismed Kusasih menjelaskan, tingginya angka kasus ISPA pada usia produktif dipicu mobilitas warga yang berinteraksi langsung dengan kondisi cuaca luar. Paparan debu serta dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) turut mempercepat penyebaran gangguan pernapasan tersebut.
"Tanggal 1 Oktober sampai tanggal 23 Oktober 2026 kenapa itu besar? Ada beberapa sebab karena memang di rentang usia itu paling banyak kalau penduduk. Usia produktif itu paling besar karena memang mereka paling banyak beraktivitas di luar, dari sisi pekerjaan kemudian pelajar yang berkontak langsung dengan kondisi cuaca," ujar Ismed, Senin (26/10).
Menanggapi situasi ini, Ismed mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap disiplin memakai masker saat menjalankan rutinitas di luar rumah.
"Pasti imbauan tetap menggunakan masker. Tapi kita bersyukur ya, Samarinda dan sembilan kabupaten/kota di Kaltim memang masuk dalam tujuh provinsi yang mendapat perhatian Kemenkes terkait kasus karhutla. Namun kalau dibandingkan dengan Kalsel atau Kalteng, ISPU kita jauh tidak separah mereka," pungkasnya. (*)
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




