
SAMARINDA – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Samarinda mencapai Rp878,32 miliar hingga September 2026. Capaian tersebut meningkat 4,10 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp843,71 miliar.
Meski menunjukkan pertumbuhan, Pemerintah Kota Samarinda masih mendorong optimalisasi penerimaan untuk memperkuat kapasitas fiskal daerah.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Samarinda Cahya Ernawan mengatakan, pertumbuhan PAD ditopang penerimaan pajak dan retribusi daerah. Berdasarkan evaluasi hingga Triwulan III 2026, pajak daerah menjadi kontributor terbesar dengan realisasi Rp674,29 miliar. Sementara retribusi daerah mencapai Rp149,44 miliar.
“Pertumbuhan ini menunjukkan perkembangan positif penerimaan dari potensi daerah. Namun, optimalisasi tetap diperlukan agar seluruh potensi pendapatan bisa dikelola secara maksimal dan berkelanjutan,” ujarnya, Rabu (4/11).
Menurut Cahya, peningkatan PAD bukan semata-mata mengejar besaran penerimaan. Lebih dari itu, penerimaan daerah menjadi salah satu penopang kemampuan pemerintah membiayai pembangunan dan pelayanan publik.
Karena itu, penguatan basis data, peningkatan kepatuhan wajib pajak, serta pengawasan potensi penerimaan perlu terus dilakukan. Upaya tersebut juga harus diikuti peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Dia menambahkan, penerimaan daerah turut mendukung pembiayaan berbagai kebutuhan pembangunan, mulai dari fasilitas kesehatan, pendidikan, hingga infrastruktur perkotaan.
Sepanjang 2026, Pemkot Samarinda telah meresmikan empat gedung puskesmas baru pada 31 Agustus dan tujuh satuan pendidikan pada 10 September.
“Ke depan, evaluasi penerimaan akan menjadi dasar untuk merumuskan langkah optimalisasi pendapatan sekaligus menjaga keberlanjutan pembiayaan pembangunan di Kota Tepian,” pungkasnya.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




