Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Hujan Mulai Sering Turun, Samarinda Masih dalam Masa Peralihan Musim

D
Penulis: Denny Saputra❯
PERUBAHAN: BMKG Samarinda menyampaikan bahwa kini Samarinda dan sekitarnya memasuki peralihan musim menuju musim penghujan. DOK/KP
PERUBAHAN: BMKG Samarinda menyampaikan bahwa kini Samarinda dan sekitarnya memasuki peralihan musim menuju musim penghujan. DOK/KP

Advertisement

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Hujan mulai lebih sering mengguyur sejumlah wilayah di Samarinda dalam beberapa waktu terakhir. Meski demikian, kondisi tersebut belum sepenuhnya menandakan wilayah ini telah memasuki musim penghujan.

Saat ini, Kaltim, termasuk Samarinda, masih berada dalam masa peralihan dari musim kemarau menuju musim hujan. Forecaster BMKG Samarinda Fiona Alya Hanifah mengatakan, meningkatnya kejadian hujan belakangan ini salah satunya dipengaruhi aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO).

Fenomena variabilitas iklim tersebut dapat memicu peningkatan pertumbuhan awan yang berpotensi menghasilkan hujan. “Ketika MJO sedang aktif, pertumbuhan awan yang berpotensi hujan cenderung meningkat di wilayah Kalimantan, termasuk Kalimantan Timur,” ujarnya, Jumat (6/11).

Advertisement

Dia menjelaskan, peralihan arah angin turut memengaruhi kondisi cuaca saat ini. Angin dari Asia mulai memasuki wilayah Indonesia, sementara pengaruh angin dari Australia masih berlangsung. Kondisi tersebut menjadi salah satu indikator masa transisi musim kemarau menuju musim hujan.

Berdasarkan prediksi curah hujan dasarian pertama November, Samarinda masih berada dalam kategori menengah dengan potensi curah hujan sekitar 50–75 milimeter.

Advertisement

“Sementara itu, sejumlah wilayah Kaltim lainnya, seperti Kutai Barat dan Mahakam Ulu, diprakirakan memiliki curah hujan lebih tinggi, yakni berkisar 100–150 milimeter,” jelasnya.

Dia menyampaikan, meningkatnya frekuensi hujan berpotensi membantu memperbaiki kualitas udara yang masih terdampak kabut asap. Namun, hujan perlu terlebih dahulu membantu memadamkan sumber kebakaran sebelum proses pencucian atmosfer dapat mengurangi konsentrasi partikulat di udara.

“Ketika terjadi hujan, ada proses pencucian atmosfer yang membantu menurunkan konsentrasi partikulat. Karena sudah mulai memasuki masa peralihan dan hujan turun di beberapa wilayah Kaltim, kualitas udara diharapkan berangsur-angsur membaik,” pungkasnya. (*)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Tak Terima Diputus Asmara, Penembak Mahasiswi di Samarinda Ulu Dituntut 5 Tahun Penjara

Tak Terima Diputus Asmara, Penembak Mahasiswi di Samarinda Ulu Dituntut 5 Tahun Penjara

M. Zackie Farhony dituntut 5 tahun penjara di PN Samarinda atas kasus penembakan mantan pacarnya menggunakan senapan angin.

DPRD Samarinda Soroti Elevasi Drainase, Efektivitas Penanganan Banjir Diuji saat Hujan

DPRD Samarinda Soroti Elevasi Drainase, Efektivitas Penanganan Banjir Diuji saat Hujan

DPRD Samarinda menyoroti elevasi drainase dan meminta pengawasan diperketat agar pembenahan saluran efektif mengurangi banjir.

Wali Kota Samarinda Andi Harun dan Pengurus SPS Perkuat Komunikasi dengan Pers

Wali Kota Samarinda Andi Harun dan Pengurus SPS Perkuat Komunikasi dengan Pers

Andi Harun menerima pengurus SPS di Balai Kota Samarinda. Pertemuan membahas dinamika pemberitaan dan komunikasi pemerintah dengan pers.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer