Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Dari “Kota Tepian” ke “Pusat Peradaban”, Inilah Sejarah Julukan Kota Samarinda

Khoirun Nisa • Minggu, 28 September 2025 | 10:20 WIB
Potret Kota Samarinda.
Potret Kota Samarinda.

KALTIMPOST.ID, Samarinda, ibu kota Provinsi Kalimantan Timur, telah lama dikenal dengan julukan khas “Kota Tepian”.

Julukan ini mencerminkan identitas geografis dan budaya kota yang tumbuh di sepanjang aliran Sungai Mahakam.

Namun, di era kepemimpinan Wali Kota Andi Harun, Samarinda kini mengusung visi baru untuk memperbarui citra kota menjadi “Kota Pusat Peradaban”.

Sebuah arah yang dinilai lebih relevan dengan perkembangan zaman dan posisi strategis kota di masa depan.

Sejarah Julukan “Kota Tepian”

Julukan “Kota Tepian” lahir karena lokasi Samarinda yang berada persis di tepi Sungai Mahakam.

Sejak masa awal, sungai ini menjadi urat nadi aktivitas warga, mulai dari transportasi, pemukiman, hingga perdagangan.

Julukan ini kemudian dipopulerkan secara resmi pada masa kepemimpinan Wali Kota H. Achmad Amins di awal tahun 2000-an.

Pemerintah kota saat itu mulai mempercantik kawasan Tepian Mahakam, membangun taman, trotoar, dan pencahayaan malam hari, menjadikannya ruang publik yang ikonik.

Sejak saat itu, istilah “Kota Tepian” melekat dalam berbagai aspek kehidupan kota, dari slogan resmi hingga promosi wisata.

Visi Baru: “Kota Pusat Peradaban”

Di bawah kepemimpinan Wali Kota Andi Harun, Samarinda mengusung visi baru untuk mengangkat citra kota ke level yang lebih tinggi.

Visi ini didasarkan pada ambisi untuk menjadikan Samarinda sebagai pusat kemajuan ekonomi, pendidikan, dan kebudayaan di Kalimantan Timur, seiring perannya sebagai kota penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).

Visi ini tidak bertujuan menghapus identitas lama, melainkan melengkapinya dengan makna baru yang lebih futuristik. Namun, rencana ini juga menimbulkan diskusi di kalangan publik.

Sebagian warga merasa “Kota Tepian” adalah identitas historis yang sudah melekat puluhan tahun, sementara yang lain mendukung semangat perubahan untuk menyongsong masa depan.

Kota Tepian Masih Melekat

“Kota Tepian” adalah julukan lama yang mencerminkan letak geografis Samarinda, sementara “Kota Pusat Peradaban” adalah visi baru yang ingin menunjukkan ambisi kota ini. Keduanya mencerminkan dinamika identitas kota yang terus berubah.

Meskipun julukan “Kota Tepian” tetap melekat di hati masyarakat, visi Samarinda sebagai “Kota Pusat Peradaban” masih bisa terus berjalan.

Ini menunjukkan bahwa kota ini mampu menjaga identitas historisnya sambil terus melangkah maju menuju masa depan yang lebih baik.

Kalau kamu lebih suka julukan yang mana? ***

Editor : Dwi Puspitarini
#samarinda #julukan Samarinda #Wali Kota Andi Harun #Sejarah Samarinda #kota tepian