KALTIMPOST.ID, SAMARINDA–Pemerintah Kota Samarinda menatap 2026 dengan target peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang cukup ambisius.
Setelah realisasi PAD 2025 mencatatkan pertumbuhan signifikan dibanding tahun sebelumnya, wali kota Samarinda menargetkan kenaikan PAD kembali berada di kisaran dua digit pada tahun anggaran mendatang.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Samarinda Cahya Ernawan mengungkapkan, capaian PAD Samarinda pada 2025 menunjukkan kinerja positif. “Kalau PAD 2024 itu Rp 973 miliar, kemudian 2025 meningkat menjadi Rp 1,138 triliun. Angka itu belum diperiksa, masih unaudited,” ujar Cahya.
Lonjakan PAD tersebut mencerminkan pertumbuhan yang cukup kuat. Secara persentase, kenaikan PAD Samarinda pada 2025 berada di kisaran 16-17 persen dibanding tahun sebelumnya. Capaian itu dinilai melampaui target minimal yang ditetapkan pemerintah kota.
Dengan capaian tersebut, Pemkot Samarinda menargetkan tren kenaikan PAD tetap berlanjut pada 2026. Cahya menyebut, target peningkatan PAD tahun depan telah diarahkan langsung oleh Wali Kota Andi Harun agar berada pada rentang 10-15 persen setiap tahun.
“Kalau target sih tetap sesuai perintah pak wali juga, PAD coba dinaikkan 10 sampai 15 persen setiap tahun, dari capaian sebelumnya. Dan 2025 kemarin sudah tercapai,” jelasnya, Kamis (5/2).
Menurut Cahya, target tersebut disusun dengan mempertimbangkan kinerja PAD tahun-tahun sebelumnya. Capaian 2025 yang menembus angka Rp 1 triliun lebih menjadi pijakan penting dalam menyusun proyeksi pendapatan daerah tahun berikutnya.
Namun, Cahya menegaskan bahwa angka realisasi PAD 2025 masih menunggu hasil audit resmi. Proses pemeriksaan tersebut akan menjadi dasar final dalam penetapan target PAD 2026 secara lebih rinci dalam dokumen perencanaan anggaran daerah.
Dia menambahkan, target kenaikan PAD 2026 tidak disusun secara lepas dari realisasi tahun berjalan. Pihaknya tetap menggunakan pendekatan bertahap dan realistis dengan menjadikan capaian sebelumnya sebagai acuan utama.
Dengan arah kebijakan tersebut, dia berharap kinerja PAD pada 2026 tetap tumbuh positif dan berkelanjutan. Target kenaikan 10-15 persen per tahun dinilai menjadi angka ideal untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan pembiayaan pembangunan daerah dan kapasitas ekonomi masyarakat. (*)
Editor : Dwi Restu A