Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Temuan Khusus saat Sidak Bapokting, Berat Tabung Melon Tak Sampai 3 Kilogram, Ini yang Akan Dilakukan

M Hafiz Alfaruqi • Kamis, 12 Februari 2026 | 16:22 WIB
MENYUSUT: Tim sidak melakukan penimbangan tabung LPG 3 kilogram saat sidak bapokting di Pangkalan LPG 3 Kg Toko Harapan, Jalan Dr Soetomo, Kamis (12/2). Hafiz/KP
MENYUSUT: Tim sidak melakukan penimbangan tabung LPG 3 kilogram saat sidak bapokting di Pangkalan LPG 3 Kg Toko Harapan, Jalan Dr Soetomo, Kamis (12/2). Hafiz/KP



KALTIMPOST.ID, SAMARINDA–Menjelang Ramadan 1447 Hijriah, Pemerintah Kota Samarinda memperketat pengawasan jelang Ramadan.

Saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) bahan pokok dan barang penting (bapokting), Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhri mendapati stok beras di Indogrosir menipis, sementara di salah satu pangkalan LPG 3 kilogram ditemukan berat tabung yang tak sesuai standar.

Di Indogrosir, Saefuddin meminta manajemen segera mempercepat pengadaan beras agar tidak terjadi kelangkaan di tengah momen Imlek, Ramadan, hingga Lebaran.

"Saya minta pengadaan stok beras segera dipenuhi. Jangan sampai terlambat dalam pengiriman. Dalam minggu ini harus sudah dipersiapkan," tegasnya, Kamis (12/2).

Ia menyebut, di Indogrosir untuk komoditas bapokting lainnya, stok relatif aman. Namun, khusus beras, perlu perhatian serius karena permintaan dipastikan meningkat dalam waktu dekat.

Menurut keterangan manajemen, kekosongan terjadi akibat keterlambatan pengiriman. Indogrosir disebut telah mengajukan permintaan sekitar 60 ton beras.

Pemkot meminta laporan berkala terkait realisasi pengiriman tersebut. "Harus melaporkan kembali secara berkala, supaya persiapan pemerintah kota tetap aman dan terpantau," ujarnya.

Berbeda dengan Indogrosir, stok beras di Toko Dermaga, Jalan Yos Sudarso tersedia. Namun, distribusi juga terdampak faktor cuaca dalam pengiriman dari luar pulau.

Sementara itu, di Pangkalan LPG 3 Kg Toko Harapan, Jalan Dr Soetomo, pemkot menemukan tabung dengan berat isi yang tidak sesuai standar. Informasi yang diterima menyebutkan selisih tersebut diduga akibat penguapan karena tabung telah dikirim beberapa hari sebelumnya.

Namun Saefuddin mempertanyakan kewajaran selisih tersebut. "Kalau penguapan, wajar. Tapi apakah wajar kalau isinya tinggal 1,9 kilo atau 2 kilo? Itu yang harus dicek," kata dia.

Untuk memastikan penyebabnya, Dinas Perdagangan bersama Bagian Ekonomi akan melakukan pengecekan ke SPBE di Jalan Tanah Merah, lokasi pengisian LPG 3 kilogram sebelum didistribusikan ke pangkalan.

"Jangan sampai pengisiannya juga berkurang. Kalau memang ada penguapan, itu tidak signifikan. Ini yang akan kami dalami," pungkasnya. (*)

Editor : Dwi Restu A
#tabung melon #temuan #sidak #samarinda #elpiji