Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dalam Bayang Universitas

R
Penulis: Redaksi KP❯
Ilustrasi
Ilustrasi

Advertisement

Dapatkah sebuah negeri melahirkan pemimpin besar dengan membangun universitas baru? Tidak hanya satu, tetapi sepuluh universitas akan didirikan. Sementara itu, ruang-ruang kelas tempat pertama kali belajar mengeja masih dipenuhi atap bocor dan guru menagih janji kesejahteraan yang tak kunjung tiba?

Sebuah Cerita Pendek Karya Sahari Nor Wakhid

HUJAN turun perlahan. Garis-garis bening mengaburkan halaman sekolah. Udara di ruang guru dipenuhi aroma kopi yang mulai kehilangan hangatnya, bercampur dengan aroma buku-buku lama yang telah menyimpan jejak puluhan tahun pengabdian. Di atas meja kayu yang catnya mulai mengelupas, layar sebuah ponsel memancarkan berita yang sedang memenuhi ruang-ruang percakapan di seluruh negeri. Huruf-hurufnya menyala terang, seakan sengaja menantang siapa pun yang membacanya. Universitas Republik Indonesia akan dibentuk sebagai lembaga pendidikan untuk mencetak calon pemimpin bangsa.

Advertisement

Berita itu tidak bersuara, tetapi mampu mengusik kesunyian Yusril, seorang guru IPS SMP Negeri. Ia menatap layar ponselnya cukup lama sebelum akhirnya mengembuskan napas perlahan.

“Barangkali memang sudah waktunya,” ucapnya.

Advertisement

Kalimat itu meluncur tenang, tetapi terdengar seperti batu yang dijatuhkan ke permukaan danau. Riaknya segera merambat ke seluruh ruangan hingga sampai pada Hikmah, guru matematika yang berada di seberang mejanya. Ia mengangkat wajah dari setumpuk buku latihan yang sedang diperiksanya.

“Waktunya untuk apa, Pak?” tanyanya.

“Mempersiapkan pemimpin. Negeri ini terlalu sering berharap pemimpin besar lahir secara kebetulan. Sudah saatnya mereka dipersiapkan secara khusus,” jawab Yusril mantap.

“Kalau begitu, izinkan saya bertanya. Pohon mana yang lebih pantas disiram lebih dahulu, pucuknya atau akarnya?”

“Kalau akarnya sudah tumbuh, bukankah sekarang saatnya memperkuat pucuknya?”

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

TPG 3 Bulan Belum Cair, 330 Guru Non-ASN Terlilit Hutang dan Terjerat Pinjol

TPG 3 Bulan Belum Cair, 330 Guru Non-ASN Terlilit Hutang dan Terjerat Pinjol

330 guru non-ASN menjerit karena TPG macet 3 bulan. Banyak yang terlilit hutang pinjol meski administrasi beres.

Mengapa Guru Butuh Transportasi yang Layak?

Mengapa Guru Butuh Transportasi yang Layak?

Selama ini, kesejahteraan guru lebih sering diukur dari besarnya gaji, tunjangan profesi, atau insentif yang diterima.

Prabowo Curhat Anggaran Bocor, Komisi X DPR RI Desak Gaji Guru Tetap Naik Rp5 Juta

Prabowo Curhat Anggaran Bocor, Komisi X DPR RI Desak Gaji Guru Tetap Naik Rp5 Juta

DPR dorong kenaikan gaji guru minimal Rp5 juta di APBN 2027. Kebocoran anggaran negara jadi tantangan yang diungkap Presiden Prabowo.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer