Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Diskes Perketat Pengawasan Program MBG di Balikpapan

M
Penulis: Maria Irham❯
Kepala Diskes Balikpapan Alwiati
Kepala Diskes Balikpapan Alwiati

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN- Dinas Kesehatan Kota (Diskes) Balikpapan terus memperkuat pengawasan terhadap proses produksi dalam program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan produksi berjalan sesuai dengan standar keamanan pangan dan higienitas yang berlaku.


Advertisement

Kepala Dinas Kesehatan Balikpapan Alwiati menjelaskan bahwa pengawasan keamanan pangan merupakan aspek krusial dalam keberhasilan program. “Kami ingin memastikan makanan yang diberikan kepada anak-anak benar-benar aman, bergizi, dan higienis,” jelasnya.

Ia menyebut, sejalan dengan arahan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, pengelolaan makanan di setiap SPPG wajib mengikuti prinsip Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP), mulai dari pembelian bahan baku hingga penyajian.

Untuk itu, pihaknya telah memberikan pelatihan keamanan pangan bagi penanggung jawab dan penjamah makanan di seluruh SPPG.

Advertisement

“Kami sudah memberikan pelatihan kepada seluruh tenaga gizi dan pengawasan makanan. Mereka diwajibkan menerapkan standar kebersihan serta mengikuti panduan produksi yang sudah ditetapkan,” sebutnya.

Selain itu, setiap satuan penyedia diwajibkan memiliki tenaga ahli gizi dan petugas kesehatan lingkungan (Kesling). Namun, keterbatasan tenaga menjadi tantangan di lapangan, untuk itu Diskes mendorong pengelola SPPG berkoordinasi dengan organisasi profesi untuk merekrut tenaga non-ASN yang memiliki Surat Izin Praktik (SIP).

Alwi, sapaan akrab Alwiati juga meminta SPPG yang menggelar pelatihan, untuk tidak perlu diikuti ratusan peserta secara bersamaan. Sehingga pelatihan bisa lebih terfokus dan dapat diserap oleh peserta. “Bisa terapkan pretest dan post-test. Jadi ketika pelatihan mereka perlu belajar lebih lagi, kita bisa latih lagi,” ucapnya.

Advertisement

Menurutnya jika digelar dengan menghadirkan banyak orang bisa membuat pelatihan tidak efektif. Sebaiknya kegiatan dibagi menjadi beberapa kelompok. “Kami juga akan melibatkan Balai POM karena ini terkait dengan keamanan pangan yang harus terbebas dari formalin, boraks, dan sebagainya,” bebernya.

Adapun monitoring lapangan, tambahnya dapat diperkuat melalui komunikasi harian antara pengawas dan pengelola SPPG lewat grup WhatsApp. “Kanal ini digunakan untuk memastikan penerapan Standard Operating Procedure (SOP), kebersihan, dan prinsip universal precaution tetap terjaga," katanya.

Ia pun menekankan pentingnya peran guru dan tenaga pendidik dalam memantau konsumsi siswa setiap hari. Bila ditemukan masalah, laporan harus segera diteruskan kepada instansi berwenang agar bisa ditindaklanjuti.

Menurutnya, program MBG merupakan inisiatif pemerintah untuk menekan angka gizi buruk dan meningkatkan asupan nutrisi anak usia sekolah di Balikpapan. Untuk itu, program ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang membentuk generasi muda yang sehat, cerdas, dan produktif.

“Kesehatan bukan hasil instan. Ini investasi jangka panjang yang harus dijaga bersama agar anak-anak kita tumbuh cerdas dan kuat,” pungkas Alwiati. (*)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

 KPB Bagikan Ribuan Masker dan Nebulizer, Dukung Penguatan Layanan Kesehatan Warga Hadapi Kabut Asap

KPB Bagikan Ribuan Masker dan Nebulizer, Dukung Penguatan Layanan Kesehatan Warga Hadapi Kabut Asap

Kabut asap kini dirasakan seluruh warga. Sebagai bagian dari kota ini, KPB hadir mendukung layanan kesehatan yang disiapkan pemerintah kota

Kasus ISPA di Balikpapan Turun Menjadi 6.157 Kasus di Tengah Kabut Asap Karhutla   

Kasus ISPA di Balikpapan Turun Menjadi 6.157 Kasus di Tengah Kabut Asap Karhutla  

Dinas Kesehatan Kota Balikpapan mencatat penurunan signifikan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pada Oktober 2026.

Diskes Balikpapan Genjot Vaksinasi HPV Tekan Risiko Kanker Leher Rahim   

Diskes Balikpapan Genjot Vaksinasi HPV Tekan Risiko Kanker Leher Rahim  

Dinas Kesehatan Balikpapan menggelar program vaksinasi Human Papillomavirus (HPV) dalam rangka memperingati HUT ke-55 Korpri.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer