Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Diskes Imbau selama Ramadan Jaga Pola Makan

M
Penulis: Maria Irham❯

 


Advertisement

 

 

Alwiati
Alwiati

BALIKPAPAN- Memasuki Bulan Suci Ramadan, Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Balikpapan mengingatkan masyarakat agar tidak sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjaga kualitas asupan makanan demi kelancaran ibadah puasa.

Advertisement

Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Alwiati, menegaskan bahwa pola makan seimbang menjadi kunci agar tubuh tetap bugar sepanjang Ramadan.

Ia menilai, kebiasaan mengonsumsi makanan instan saat sahur dan berbuka masih sering dilakukan tanpa mempertimbangkan dampaknya bagi kesehatan.

“Puasa akan terasa lebih ringan dan ibadah bisa dijalani dengan lebih maksimal jika kita menjaga kesehatan. Itu dimulai dari memilih makanan yang bergizi dan seimbang,” ujar Alwiati, belum lama ini.

Advertisement

Dirinya mengingatkan agar masyarakat tidak berlebihan menyantap gorengan serta minuman dingin saat berbuka.

Menurutnya, dua jenis konsumsi tersebut kerap menjadi pemicu gangguan pencernaan hingga memperburuk kondisi penyakit tertentu.

“Gorengan dan minuman es sebaiknya dibatasi. Gorengan termasuk yang paling awal harus dihindari karena bisa memicu berbagai masalah kesehatan,” tegasnya.

Alwiati menjelaskan, selama Ramadan keluhan kesehatan yang sering muncul di antaranya Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) dan hipertensi.

Pola makan tinggi lemak dan garam disebut berkontribusi besar terhadap naiknya tekanan darah, khususnya pada penderita hipertensi.

“Hipertensi itu sangat dipengaruhi pola makan. Gorengan dan makanan asin bisa memicu kenaikan tekanan darah. Untuk penderita diabetes melitus dan hipertensi, obat tetap harus diminum teratur, tidak boleh dihentikan,” jelasnya.

Terkait perkembangan ISPA di Balikpapan, Alwiati memastikan hingga Februari 2026 jumlah kasus masih dalam kondisi terkendali.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa tren ISPA dapat berubah sewaktu-waktu, dipengaruhi cuaca dan perilaku masyarakat.

“Kasus ISPA saat ini sekitar tujuh ribuan dan masih relatif stabil. Tapi sifatnya fluktuatif, tergantung cuaca dan kebiasaan masyarakat,” ungkapnya.

Sebagai langkah pencegahan, Diskes mengajak warga untuk konsisten menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, menjaga pola makan, serta tetap menggunakan masker dan melakukan isolasi mandiri saat sakit.

“Kalau kebiasaan hidup bersih dan sehat terus dijaga, pola makan diperhatikan, dan yang sakit disiplin isolasi serta memakai masker, insya Allah penyebaran penyakit bisa ditekan,” pungkas Alwiati. (*)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

 KPB Bagikan Ribuan Masker dan Nebulizer, Dukung Penguatan Layanan Kesehatan Warga Hadapi Kabut Asap

KPB Bagikan Ribuan Masker dan Nebulizer, Dukung Penguatan Layanan Kesehatan Warga Hadapi Kabut Asap

Kabut asap kini dirasakan seluruh warga. Sebagai bagian dari kota ini, KPB hadir mendukung layanan kesehatan yang disiapkan pemerintah kota

Kasus ISPA di Balikpapan Turun Menjadi 6.157 Kasus di Tengah Kabut Asap Karhutla   

Kasus ISPA di Balikpapan Turun Menjadi 6.157 Kasus di Tengah Kabut Asap Karhutla  

Dinas Kesehatan Kota Balikpapan mencatat penurunan signifikan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pada Oktober 2026.

Diskes Balikpapan Genjot Vaksinasi HPV Tekan Risiko Kanker Leher Rahim   

Diskes Balikpapan Genjot Vaksinasi HPV Tekan Risiko Kanker Leher Rahim  

Dinas Kesehatan Balikpapan menggelar program vaksinasi Human Papillomavirus (HPV) dalam rangka memperingati HUT ke-55 Korpri.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer