
KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – BPJS Kesehatan terus mengembangkan kemudahan layanan administrasi bagi peserta program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Salah satunya melalui layanan Virtual Office Layanan Peserta (Viola). Layanan Viola telah diterapkan di berbagai puskesmas di Samarinda, Kutai Kartanegara, hingga Kutai Timur.
Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi periode Januari hingga April 2026, program Viola secara konsisten dilaksanakan dengan rata-rata 14 kegiatan setiap bulan. Antusiasme masyarakat juga tergolong tinggi, dengan jumlah peserta layanan mencapai puncaknya pada April 2026 sebanyak 236 peserta dalam satu bulan.
Beberapa puskesmas bahkan menunjukkan pemanfaatan Viola yang sangat baik, seperti Puskesmas Makroman yang mencatat pemanfaatan tertinggi dengan rata-rata pemanfaatan 22 kunjungan, disusul Puskesmas Samboja dengan rata-rata pemanfaatan 20 kunjungan dan Puskesmas Sepaso dengan rata-rata pemanfaatan 18 kunjungan.
Dalam kegiatan monitoring dan evaluasi layanan Viola kepada puskesmas penyelenggara layanan Viola, Selasa (12/05), PIC Viola Puskesmas Makroman Syarif menyampaikan agar kegiatan Viola lebih efektif perlu dukungan dari BPJS Kesehatan untuk menyampaikan jadwal Viola minimal satu minggu sebelum pelaksanaan kegiatan.
“Kami selalu menyampaikan informasi Viola jauh-jauh hari sebelum kegiatan agar kunjungan Viola ramai, informasi Viola juga kami sampaikan tidak hanya di puskesmas tapi di kantor kelurahan serta kantor kecamatan juga,” ungkap Syarif.
Layanan yang diberikan melalui Viola meliputi berbagai kebutuhan administrasi kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), seperti perubahan data fasilitas kesehatan, peralihan jenis kepesertaan, hingga pembaruan data keluarga. Selain itu, masyarakat juga dapat memperoleh informasi program dan menyampaikan pengaduan secara langsung melalui layanan ini.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Samarinda Adrielona menyampaikan bahwa capaian tersebut mencerminkan semakin meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan tanpa tatap muka BPJS Kesehatan.
“Viola menjadi solusi layanan kesehatan yang praktis, cepat, dan menjangkau lebih luas, terutama bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan akses dikarenakan jarak menuju Kantor BPJS Kesehatan cukup jauh seperti daerah Sepaso, Karangan, dan Muara Wahau yang jaraknya 2 hingga 5 jam ke kantor BPJS Kesehatan terdekat.
Untuk di Kutai Kartanegara, Viola juga kami selenggarakan di daerah yang jaraknya jauh, di Samboja, Sungai Meriam, Sungai Merdeka, Kota Bangun. Sementara di Samarinda, layanan Viola diselenggarakan di Baqa, Makroman, dan di Loa Janan Ilir, tepatnya di Puskesmas Trauma Center,” ujarnya.
Mayoritas peserta yang memanfaatkan layanan Viola berasal dari segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI). Kondisi ini menunjukkan bahwa inovasi digital BPJS Kesehatan mampu menyasar masyarakat yang membutuhkan layanan secara lebih inklusif dan merata.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




