Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Diskusi Publik Gratispol Pendidikan Digelar di Samarinda, Bahas Transparansi Pencairan Rp 44,15 Miliar

Romdani.
Penulis: Romdani.❯
Pemprov Kaltim saat launching program Gratispol
Pemprov Kaltim saat launching program Gratispol

KALTIMPOST.ID-Samarinda akan menjadi tuan rumah diskusi publik terkait implementasi program Gratispol Pendidikan pada Kamis (20/11) di Temindung Creative Hub.


Advertisement

Forum itu diselenggarakan oleh Arusbawah.co dan dirancang untuk mempertemukan mahasiswa, akademisi, pemerintah daerah, serta berbagai pemangku kepentingan untuk membahas pencairan dana dan mekanisme pelaksanaannya di perguruan tinggi.

Penyelenggara acara dari Arusbawah.co, Yakub Anani mengatakan diskusi tersebut diinisiasi sebagai respons atas banyaknya pertanyaan publik mengenai transparansi dan distribusi program Gratispol Pendidikan.

Menurutnya, sejumlah kampus dan mahasiswa masih menunggu kejelasan terkait skema penyaluran setelah pencairan tahap awal dilakukan.

Advertisement

“Kami melihat keperluan ruang dialog yang lebih terbuka. Publik ingin tahu bagaimana alur distribusinya, siapa saja penerimanya, dan apa dampaknya bagi mahasiswa,” ujar Yakub.

Pemprov Kaltim sebelumnya telah mencairkan Rp 44,15 miliar untuk tujuh perguruan tinggi negeri.

Alokasi itu terdiri dari Rp 22,45 miliar untuk Universitas Mulawarman, Rp 6,38 miliar untuk Polnes, Rp 4,89 miliar untuk UINSI, Rp 4,68 miliar untuk ITK, Rp 3,56 miliar untuk Poltekkes Kemenkes Samarinda, Rp 1,57 miliar untuk Politeknik Negeri Balikpapan, dan Rp 604,8 juta untuk Politani Samarinda.

Advertisement

Sejumlah mahasiswa menilai pencairan tersebut sebagai langkah awal yang positif. Namun mereka menyoroti belum jelasnya mekanisme teknis di tingkat kampus, termasuk persyaratan penerima hingga waktu distribusi dana.

Selain membahas pencairan tahap awal, forum itu juga akan menyigi alokasi total Rp 680,4 miliar anggaran Gratispol Pendidikan dalam APBD dan APBD-P 2025.

Program terbesar adalah Gratispol S-1 dengan alokasi Rp 150,9 miliar untuk 28.083 penerima.

Ada pula bantuan pendidikan untuk jenjang S-2–S-3, mahasiswa di luar daerah dan luar negeri, program khusus, hingga anggaran operasional tim.

Yakub menyebut diskusi tersebut bertujuan menghasilkan catatan kritis mengenai efektivitas program serta potensi perbaikan untuk memastikan bantuan pendidikan bisa tepat sasaran.

Selain sesi diskusi, acara tersebut juga dirangkai dengan pameran karya jurnalistik yang menampilkan sejumlah liputan berbasis data terkait layanan publik. Acara terbuka bagi mahasiswa, akademisi, komunitas, dan masyarakat. (rd)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Pengamat Unmul Kritik Koperasi Desa Merah Putih, Soroti Perencanaan dan Lokasi Gerai

Pengamat Unmul Kritik Koperasi Desa Merah Putih, Soroti Perencanaan dan Lokasi Gerai

Pengamat Unmul menilai Koperasi Desa Merah Putih perlu perencanaan matang, termasuk lokasi gerai dan potensi pasar agar usaha berkelanjutan.

Gratispol Kesehatan Kaltim Perlu Dievaluasi, Mutu Layanan dan Sinkronisasi Data BPJS Dapat Perhatian

Gratispol Kesehatan Kaltim Perlu Dievaluasi, Mutu Layanan dan Sinkronisasi Data BPJS Dapat Perhatian

Gratispol Kesehatan Kaltim disorot. Pengamat Unmul meminta penguatan mutu layanan dan sinkronisasi data penerima dengan BPJS.

Gratispol Perguruan Tinggi Masih Hadapi Sejumlah Kendala, DPRD Kaltim Minta Koordinasi Diperkuat

Gratispol Perguruan Tinggi Masih Hadapi Sejumlah Kendala, DPRD Kaltim Minta Koordinasi Diperkuat

DPRD Kaltim menyoroti pelaksanaan Gratispol S-1 hingga S-3, mulai sosialisasi, data penerima, besaran UKT hingga tekanan fiskal daerah.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer