Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Anggaran 2026 Turun, Brida Kaltim Selektif Tentukan Program Riset Prioritas

B
Penulis: Bayu Rolles❯

Kepala Brida Kaltim, Fitriansyah.
Kepala Brida Kaltim, Fitriansyah.


Advertisement

KALTIMPOST.ID, Usai melorotnya APBD Kaltim 2026, Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Kaltim mulai mengatur ulang rencana kerja mereka dua tahun ke depan. Program-program prioritas yang disusun mulai dipetakan kembali dalam rapat kerja bersama DPRD Kaltim beberapa waktu lalu.

Kepala Brida Kaltim, Fitriansyah, menyebut pembahasan dengan legislatif difokuskan pada penyaringan program prioritas yang benar-benar relevan dan berdampak. Sehingga agenda riset tetap punya arah, meski ruang fiskal menyempit.

"Intinya, memastikan agenda riset dan Inovasi berjalan efektif dua tahun ke depan," ujarnya, Kamis, 18 Desember 2025. Dari sisi pendanaan, Brida Kaltim diperkirakan mengelola anggaran sekitar Rp19 miliar pada 2026. Angka itu melorot dari rencana awal berkisar Rp23-24 miliar. Menurunnya pendanaan membuat Brida perlu selektif menimbang ulang program yang akan dijalankan.

Keterbatasan anggaran itu, kata dia, tak mengendurkan riset dan inovasi untuk pembangunan daerah. Kolaborasi dengan perguruan tinggi jadi salah satu yang dipertahankan, terutama dalam menjembatani penerapan nyata hasil riset ke realita. "Agar riset enggak jadi laporan di atas kertas saja, tapi juga bisa jadi solusi konkret untuk daerah," terangnya.

Fitriansyah juga menggaransi, beberapa riset dan Inovasi yang telah berjalan tetap dilanjutkan. Keberlanjutan itu dinilai penting agar inovasi yang sudah berjalan bisa benar-benar terimplementasi dan memberi manfaat jangka panjang. "Pengembangan produk lokal seperti Haruan Oil Plus untuk penanganan tengkes masih jalan terus," sebutnya.

Advertisement

Selain itu, Brida juga menggarap inovasi di sektor lain. Di bidang pertanian, misalnya, pengembangan mesin pencacah rumput. Di sektor transportasi, riset diarahkan pada pengangkutan laut, termasuk pengembangan kapal wisata berbasis listrik. “Untuk kapal wisata listrik, uji coba awal sudah dilakukan di folder. Pada tahap awal, kami berharap bisa diaplikasikan di Sungai Karang Mumus,” pungkasnya. (*/riz)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Pemanfaatan AI di Madrasah, Hetifah Tegaskan Teknologi Hanya Alat Bantu Bukan Pengganti Guru

Pemanfaatan AI di Madrasah, Hetifah Tegaskan Teknologi Hanya Alat Bantu Bukan Pengganti Guru

Hetifah dorong guru madrasah Samarinda manfaatkan AI sebagai alat bantu pembelajaran. Tegaskan pentingnya karakter & etika.

Anggaran Riset Kaltim Menyusut, BRIDA Tetap Targetkan 30 Penelitian dengan Cara Ini

Anggaran Riset Kaltim Menyusut, BRIDA Tetap Targetkan 30 Penelitian dengan Cara Ini

Anggaran riset BRIDA Kaltim turun dari Rp30 miliar lebih menjadi sekitar Rp19 miliar. Target 20–30 penelitian tetap dikejar lewat kolaborasi

Boleh Percepat Riset Tapi Ada Batasnya, Kepala Brida Kaltim Larang Keras Pakai AI Penuh untuk Karya Ilmiah

Boleh Percepat Riset Tapi Ada Batasnya, Kepala Brida Kaltim Larang Keras Pakai AI Penuh untuk Karya Ilmiah

Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian dan Brida Kaltim ingatkan dosen untuk kuasai teknologi AI demi riset ilmiah, namun wajib jaga etika

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer