Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Waspada Puncak Kasus DBD, Diskes Kaltim Perkuat Gerakan PSN dan Satu Rumah Satu Jumantik

Eko Pralistio
Penulis: Eko Pralistio❯
Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Provinsi Kalimantan Timur Andi Muhammad Ishak memberikan keterangan usai pelantikan di Samarinda. (EKO/KALTIM POST)
Kepala Dinas Kesehatan Kaltim Andi Muhammad Ishak, (EKO/KALTIM POST)

Advertisement

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Musim hujan bukan sekadar membawa ancaman banjir. Di balik genangan air yang mulai bermunculan, nyamuk Aedes aegypti juga berpeluang berkembang biak dan memicu lonjakan kasus demam berdarah dengue (DBD). 

Dinas Kesehatan Kalimantan Timur (Dinkes Kaltim) pun mulai meningkatkan kewaspadaan. Puncak kasus diperkirakan terjadi pada Desember 2026 hingga Januari 2027. Kepala Dinkes Kaltim Andi Muhammad Ishak mengatakan, pola peningkatan kasus DBD dalam lima tahun terakhir menunjukkan adanya hubungan dengan musim hujan. 

Biasanya, lonjakan terjadi sekitar satu hingga satu setengah bulan setelah hujan mulai turun secara intensif. Jika hujan mulai masif pada November hingga Desember, maka periode berikutnya menjadi waktu yang perlu diwaspadai.

Advertisement

“Jika musim hujan mulai masif pada November hingga Desember, maka satu hingga satu setengah bulan berikutnya, yaitu sekitar Desember dan Januari, kita harus siap siaga menghadapi potensi puncak kasus,” ujarnya, Minggu (1/11).

Menurutnya, DBD sebenarnya merupakan penyakit yang bisa dicegah. Karena itu, jangan sampai keterlambatan pencegahan maupun penanganan membuat penyakit tersebut berujung pada kematian. Namun, angka kematian akibat DBD di Kaltim masih menjadi perhatian. Berdasarkan data yang dimiliki Dinkes, Case Fatality Rate (CFR) atau angka kematian kasus DBD masih mendekati 1 persen. Artinya, penyakit ini belum bisa dianggap sepele.

Advertisement

Untuk menekan risiko lonjakan kasus, Andi meminta seluruh Dinas Kesehatan kabupaten dan kota kembali menggerakkan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) secara serentak. Salah satu langkah yang ditekankan adalah menghidupkan gerakan satu rumah satu juru pemantau jentik. Gerakan ini disebut penting karena pengendalian DBD tidak bisa hanya mengandalkan rumah sakit maupun fasilitas kesehatan.

Pencegahan justru harus dimulai dari lingkungan tempat tinggal, terutama dengan memastikan tidak ada tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk. "Bak mandi, wadah penampungan air, hingga barang bekas yang dapat menampung air hujan perlu mendapat perhatian. Sebab, tempat-tempat tersebut bisa menjadi lokasi berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti," lanjutnya.

Di sisi lain, Dinkes Kaltim juga mendorong penggunaan teknologi untuk memetakan wilayah yang rawan DBD.  Pengendalian penyakit yang ditularkan melalui vektor nyamuk itu perlu ditopang data surveilans dan kajian entomologi agar penanganannya lebih terarah. Salah satunya melalui pemetaan spasial menggunakan Geographic Information System (GIS). 

Dengan teknologi tersebut, pemerintah dapat mengidentifikasi daerah rentan sekaligus mengetahui titik-titik yang menjadi konsentrasi kasus atau hotspot DBD. Hasil pemetaan itu nantinya bisa menjadi dasar menentukan wilayah prioritas.  "Dengan begitu, upaya pencegahan tidak dilakukan secara seragam, melainkan disesuaikan dengan tingkat kerawanan masing-masing daerah," bebernya.

Andi juga meminta pemerintah daerah memperkuat sistem peringatan dini atau early warning system. Faktor cuaca perlu ikut diperhitungkan dalam membaca potensi peningkatan kasus, termasuk dengan memanfaatkan informasi prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Masuki Musim Hujan, Dinkes Kaltim Ingatkan Potensi Lonjakan Kasus Demam Berdarah Akhir Tahun

Masuki Musim Hujan, Dinkes Kaltim Ingatkan Potensi Lonjakan Kasus Demam Berdarah Akhir Tahun

Kaltim catat 3.092 kasus DBD dan 7 kematian hingga September 2026. Dinkes Kaltim ingatkan warga waspada puncak kasus musim hujan lewat PSN

Antisipasi DBD, Diskes Kaltim Perkuat Peran Jumantik dan Pemetaan Wilayah Rawan

Antisipasi DBD, Diskes Kaltim Perkuat Peran Jumantik dan Pemetaan Wilayah Rawan

Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi lonjakan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD).

Diskes Kaltim Siagakan 3.000 Nakes Hadapi Lonjakan ISPA

Diskes Kaltim Siagakan 3.000 Nakes Hadapi Lonjakan ISPA

Diskes Kaltim, menyiagakan sekitar 3.000 tenaga kesehatan di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan untuk mengantisipasi lonjakan kasus ISPA.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer