Akan tetapi, ternyata di Kalimantan Timur, terdapat sebuah jembatan yang memiliki panjang melebihi jembatan Suramadu.
Adalah Jembatan Martadipura yang melintasi Sungai Mahakam. Panjang jembatan dan jalan pendukung 15,3 kilometer. Berlokasi di Desa Liang, Kecamatan Kota Bangun, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.
Jembatan Martadipura layak mendapat predikat jembatan terpanjang di Indonesia, sebab jembatan yang memiliki nama diambil dari nama kerajaan tertua di Nusantara yang dahulu kala berkedudukan di Muara Kaman. Kerajaan yang memiliki nama Martapura didirikan Aswawarman putra Kudungga, tersebut lebih panjang dari jembatan Suramadu
Badan dan pondasi jembatan Martadipura ini dibangun hingga belasan kilometer di atas rawa dengan menggunakan metode pile slab (jalan layang). Dari permukaan tanah, pile slab memiliki panjang dua hingga tiga meter.
Jembatan Martadipura ini tak hanya memikat perhatian dengan desain pelengkung baja yang megah dengan memiliki lebar 9 meter dan panjang 560 meter membentang diatas Sungai Mahakam, namun juga jembatan ini menyuguhkan pemandangan indah hutan tropis serta Sungai Mahakam yang membelah dibawahnya.
Jembatan Martadipura ini dikerjakan sejak Desember 2009 dan Jembatan Martadipura ini yang menghubungkan Kecamatan Kota Bangun bagian utara dengan Kota Bangun bagian selatan, Kabupaten Kutai Kartanegara.
Selain itu, jembatan ini juga difungsikan untuk menghubungkan 5 kecamatan sekaligus yang selama ini terisolir sehingga dapat diakses dengan mudah melalui jalan darat. Pembangunan jembatan Martadipura ini diketahui menghabiskan anggaran Rp 300 miliar.
Jembatan Martadipura dibangun melintasi Sungai Mahakam, yang tak hanya sekadar menjadi jalan penghubung fisik, namun juga sebagai simbol kemajuan dan kebanggan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Kutai Kartanegara khususnya dan Kalimantan Timur umumnya.
Jembatan ini juga menjadi salah satu bangunan kebanggaan masyarakat kabupaten Kukar, bahkan kawasan jembatan ini ramai dikunjungi untuk sekadar melihat langsung atau ber swafoto di jembatan yang membelah sungai Mahakam maupun menikmati area rawa yang berbatasan langsung dengan Danau Semayang.
Dibangunnya jembatan Martadipura juga miliki peran penting terkoneksinya akses jalan darat alternatif dari Kutai Barat menuju kota Samarinda. Melewati jalan alternatif ini menghemat waktu tempuh Kubar - Samarinda, bahkan konsumsi bahan bakar kendaraan sebab melalui jalur alternatif Kubar - Abit - Kota Bangun - Samarinda hanya berjarak kurang lebih 257 kilometer saja.
Memangkas jarak lebih 50 kilometer jika menggunakan jalan poros Trans Kalimantan Kubar - Samarinda.
Editor : Uways Alqadrie