Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Alumni Covid-19 Rentan Terkena Serangan Jantung hingga Hipertensi, Disarankan Lakukan Pemeriksaan Rutin

Nasya Rahaya • Minggu, 23 Februari 2025 | 07:14 WIB

Dokter Muhammad Furqon, Spesialis Jantung RSUD AW Sjahranie.
Dokter Muhammad Furqon, Spesialis Jantung RSUD AW Sjahranie.
KALTIMPOST.ID, Penyakit post Covid-19 ternyata masih membayangi. Studi terbaru dari Society of North America (RSNA) mengungkap bahwa pasien yang pernah terinfeksi Covid-19 berisiko lebih tinggi terkena serangan jantung, bahkan setelah pemulihan.

Studi itu menelaah bukti bahwa infeksi SARS-CoV-2 dapat dikaitkan dengan percepatan penumpukan plak di arteri coroner yang dapat memicu komplikasi terkait jantung, salah satunya serangan jantung.

Dokter Spesialis Jantung dari RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda, dr Muhammad Furqon mengamini hasil penelitian tersebut.

Menurutnya hal ini bukan fenomena baru. “Long Covid syndrome” atau sindrom pasca Covid-19, kata dia, memang telah dikenal sejak awal pandemi.

Banyak pasien yang sembuh dari Covid-19 mengalami masalah kesehatan jantung yang sebelumnya tidak pernah mereka alami.

Dia berpendapat, salah satu faktor yang berperan adalah peningkatan risiko pembekuan darah atau hiperkoagulabilitas, yang terjadi selama infeksi.

“Dulu, kita tidak tahu pasti apa yang menyebabkan banyaknya kematian pada periode pandemi beberapa tahun silam, karena kami tidak melakukan otopsi. Fokus saat itu lebih kepada pneumonia dan kerusakan paru-paru. Namun, belakangan ditemukan ada kondisi lain yang mempengaruhi, yakni badai sitokin yang menyebabkan darah menjadi mudah mengental,” ujarnya.

Badai sitokin ini merangsang sistem kekebalan tubuh untuk berlebihan menghasilkan sitokin, yang berperan dalam merespons infeksi.

“Terlalu banyak sitokin yang keluar mengganggu keseimbangan hemostasis dalam tubuh, membuat darah mudah mengental dan memicu penumpukan plak di arteri,” tambahnya.

Proses pengentalan darah ini, jika tidak ditangani dengan baik, dapat menyebabkan sumbatan pembuluh darah yang berujung pada serangan jantung atau stroke.

“Karena itulah pasien covid yang sembuh sering diberi pengencer darah seperti heparin untuk mengurangi risiko tersebut,” lanjut dr Furqon.

Dalam pengamatannya, ia juga menemukan banyak pasien alumni Covid-19 yang sebelumnya sehat-sehat saja, kini rentan mengidap penyakit jantung atau hipertensi.

“Selain itu, ada pasien yang dulunya tidak memiliki riwayat diabetes, tiba-tiba setelah sembuh dari covid justru didiagnosis diabetes. Ini menunjukkan dampak dari penggunaan obat-obatan seperti kortikosteroid dan vitamin C dosis tinggi yang digunakan selama masa pemulihan,” katanya.

Terkait langkah pencegahan bagi mereka yang pernah terinfeksi Covid-19, dr. Furqon menyarankan agar pasien post Covid-19 sebaiknya rutin menjalani pemeriksaan kesehatan jantung, meskipun tidak mengalami gejala.

Pemeriksaan awal bisa dilakukan dengan EKG dan tes laboratorium, diikuti dengan pemeriksaan lebih lanjut seperti treadmill, EHO (Ekokardiografi), atau CT scan jantung untuk mendeteksi adanya plak atau penyumbatan pada pembuluh darah.

"Sebaiknya, pemeriksaan dilakukan secara berkala. Jika ditemukan keluhan seperti nyeri dada atau sesak napas, pemeriksaan lebih lanjut seperti treadmill atau EHO sangat penting. Dalam beberapa kasus, CT scan atau bahkan angiografi koroner diperlukan untuk mengetahui kondisi pembuluh darah lebih lanjut," jelasnya.

Saat ini penelitian terus kembang, pemahaman tentang dampak jangka panjang dari Covid-19 banyak mengungkap fakta baru, peneliti dan dokter berharap bisa melakukan penelitian lebih lanjut untuk mengonfirmasi hubungan antara SARS-CoV-2 dan penyakit jantung.

Di sisi lain, dr Furqon juga menyayangkan di Indonesia, penelitian jangka panjang semacam ini (pasca covid) masih sangat terbatas karena kurangnya pendanaan bagi peneliti.

“Di Indonesia sendiri masih sangat jarang penelitian jangka panjang terkait Covid-19,” ungkapnya.

Penting untuk dicatat bahwa meskipun risiko kesehatan ini nyata, tindakan preventif seperti pemeriksaan rutin dan pengelolaan kondisi medis dapat membantu mencegah komplikasi serius yang dapat muncul bagi alumni Covid-19. (*)

Editor : Almasrifah
#abdul wahab sjahranie #covid #pasca covid #hipertensi #serangan jantung