KALTIMPOST.ID, JAKARTA - Isu pergantian jaksa Agung merebak. Penggantinya adalah Mantan Kepala Kejaksaan Tinggi Sulsel, Leonard Eben Ezer. Namun, belum ada kepastian dari pihak istana dan Kejaksaan.
Informasi tersebut sudah dicek ke berbagai media nasional dan situs kejaksaan agung tak ada informasi soal pergantian itu. Sehingga, hingga saat ini, informasi ini masih belum valid.
ST Burhanuddin lahir di Majalengka, 17 Juli 1954. Ia mengawali kariernya sebagai staf Kejaksaan Tinggi Jambi sejak tahun 1989.
Baca Juga: 10.753 Pcs Marshmallow Mengandung Gelatin Babi Dimusnahkan di Samarinda
Lulusan Universitas 17 Agustus 1945 Semarang ini kemudian mengikuti pendidikan pembentukan jaksa dan beberapa kali menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Negeri di sejumlah daerah, mulai dari Bangko (Jambi) hingga Cilacap.
Pada tahun 2007 Burhanuddin menjabat Direktur Eksekusi dan Eksaminasi Kejaksaan Agung dan berlanjut sebagai Kejaksaan Tinggi Kejati Maluku Utara pada tahun 2008 hingga tahun 2009.
Kariernya terus melesat hingga pernah menjadi Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku Utara dan Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan dan Barat.
Saat menjabat sebagai Kepala Kejati Sulawesi Selatan dan Barat pada tahun 2010, Burhanuddin cukup fokus pada penanganan kasus korupsi.
Ia mengibaratkan korupsi seperti kentut, ada baunya tapi tidak ada bentuknya. Oleh karena itu, dipaparkan di kejaksaan adalah untuk membuktikan bentuk itu.
Baca Juga: Presiden Prabowo Subianto: Kalau Saya Tidak Berhasil, Harap Jangankan Saya Maju di Pemilu 2029
Burhanuddin juga mendapatkan sorotan luas ketika tim dibawahnya, berhasil mengungkap kasus suap terhadap peradilan Ronald Tannur yang melibatkan hakim yang diduga disuap untuk memutuskan vonis bebas terhadap tersangka
Beliau terakhir menjabat sebagai Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara (jamdatun) pada tahun 2011 hingga pensiun pada tahun 2014.
ST Burhanuddin pernah menjabat sebagai Komisaris Utama PT. Hutama Karya (Persero) berdasarkan Surat Keputusan Menteri Negara BUMN No. SK-132/MBU/8/2015 pada tanggal 4 Agustus 2015.
Baca Juga: 250 Ribu Orang Hadiri Misa Pelantikan Paus Leo XIV, Ini Jawaban Kenapa Tak Pernah Ada Paus Perempuan
Kepala Kejaksaan Agung (kejagung) ST Burhanuddin blak-blakan mengungkapkan kepribadiannya yang tidak diketahui banyak orang. Salah satunya soal kelebihannya yang bisa menguasai banyak bahasa daerah.
Meski lahir di Cirebon dan besar di Magelang, Burhanuddin mengakui bahwa dirinya menguasai delapan bahasa daerah.
Editor : Uways Alqadrie