Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Kaltim Borong Empat Penghargaan di PTBI 2025, BI Tegaskan Sinergi Jadi Kunci Stabilitas dan Pertumbuhan Ekonomi

Raden Roro Mira Budi Asih • Minggu, 30 November 2025 | 17:58 WIB
Agenda Pertemuan Tahunan BI di Samarinda dihadiri sejumlah kepala daerah. Dalam agenda ini, empat penghargaan diraih Kaltim.
Agenda Pertemuan Tahunan BI di Samarinda dihadiri sejumlah kepala daerah. Dalam agenda ini, empat penghargaan diraih Kaltim.

KALTIMPOST.ID-Sinergi dan kolaborasi kembali ditekankan sebagai kunci menjaga stabilitas dan memperkuat pertumbuhan ekonomi Kaltim.

Pesan itu mengemuka dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2025 yang digelar di Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Kaltim, Jumat (28/11) berlangsung serentak dengan acara nasional di Jakarta.

Kegiatan dihadiri mitra strategis KPw BI Kaltim. Sementara itu, Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud dan Kepala KPw BI Kaltim Budi Widihartanto hadir langsung mengikuti PTBI di Jakarta.

Rangkaian acara diisi dengan penganugerahan TPID dan TP2DD Awards. Benua Etam mencatat prestasi membanggakan dengan meraih empat penghargaan sekaligus yakni Juara 1 TP2DD (Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah) Provinsi Terbaik dan Juara 1 TPID (Tim Pengendalian Inflasi Daerah) Provinsi Berkinerja Terbaik.

Lalu Juara 1 TPID Kabupaten Berprestasi yakni Kutai Kartanegara, serta Juara 1 TP2DD Kota Terbaik yang diraih Balikpapan.

Pelaku usaha lokal, Es Teh Taman Sari, juga menerima penghargaan sebagai merchant QRIS penggerak inklusi keuangan terbaik.

Deputi Kepala Perwakilan BI Kaltim Bayuadi Hardiyanto turut memaparkan outlook perekonomian daerah.

Semua capaian tersebut, menurut BI, menjadi bukti komitmen kuat seluruh pemangku kepentingan dalam mendorong pengendalian inflasi dan percepatan digitalisasi di daerah.

Bayuadi menegaskan apresiasi BI terhadap mitra strategis di Kaltim. “BI memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh mitra kerja atas sinergi luar biasa yang telah terjalin selama ini,” ujarnya.

Dia menekankan bahwa dukungan tersebut sangat krusial dalam menjaga stabilitas ekonomi Kaltim.

Dia memaparkan prospek ekonomi Kaltim yang tetap berada di jalur positif. Pertumbuhan ekonomi 2026 diperkirakan meningkat pada kisaran 4,50 persen hingga 5,30 persen.

Ditopang kenaikan kapasitas industri refinery migas, berlanjutnya pembangunan proyek strategis, serta menguatnya investasi daerah.

Inflasi diperkirakan tetap terjaga dalam sasaran nasional 2,5±1 persen, didukung penguatan koordinasi dan inovasi kebijakan daerah.

Kendati demikian, beberapa tantangan turut diantisipasi. Permintaan batu bara global masih tertahan akibat transisi menuju energi terbarukan. Gejolak iklim juga berisiko menekan sektor pertanian.

Sementara tren kenaikan harga emas dan minyak dunia bisa memicu tekanan inflasi. Meski begitu, inflasi Kaltim 2026 diproyeksikan tetap terjaga berkat penguatan TPID di seluruh wilayah.

Asisten II Sekprov Kaltim Ujang Rachmad menegaskan pentingnya kolaborasi lintas pihak dalam menjaga momentum pembangunan.

Dia menyampaikan keberhasilan pembangunan ekonomi Kaltim ke depan bertumpu pada kolaborasi yang kuat dan berkesinambungan antara pemerintah pusat, daerah, BI, swasta, dan akademisi agar potensi ekonomi daerah dapat dioptimalkan.

Acara ditutup dengan penegasan komitmen BI Kaltim untuk terus memperkuat sinergi kebijakan dan mendukung arah pembangunan ekonomi daerah. (adv/rd)

Poster Bank Indonesia
Poster Bank Indonesia

 

RADEN RORO MIRA

Editor : Romdani.
#bank indonesia (bi) #pertumbuhan ekonomi #ibu kota nusantara #Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas ud #Gubernur Kaltim Rudy Mas ud