KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Di tengah dinamika arus ekspor-impor sepanjang 2025, Kalimantan Timur menutup tahun dengan kinerja perdagangan yang tetap solid. Neraca perdagangan pada Desember 2025 mencatat surplus besar, ditopang kuat oleh sektor nonmigas yang konsisten menahan laju defisit migas.
Neraca perdagangan pada Desember 2025 mengalami surplus USD 1,701 miliar. Surplus tersebut berasal dari sektor nonmigas yang mencatat surplus USD 1,964 miliar, sementara sektor migas masih mengalami defisit USD 262,55 juta.
“Pada Desember 2025, neraca perdagangan Kaltim tercatat surplus, dengan kontribusi utama berasal dari sektor nonmigas,” ujar Statistisi Ahli Madya Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim Ariyanti Cahyaningsih.
Jika dilihat dari pergerakan bulanan, kinerja Desember 2025 menunjukkan peningkatan nilai ekspor nonmigas yang signifikan. Ekspor nonmigas USD 2,040 miliar, lebih tinggi dibandingkan November 2025 yang nilainya USD 1,559 miliar. Sementara itu, impor nonmigas pada Desember 2025 tercatat USD 76,27 juta.
Di sisi migas, ekspor pada Desember 2025 yaitu USD 264,91 juta, sedangkan impor migas mencapai USD 527,46 juta, sehingga neraca migas masih mencatat defisit bulanan USD 262,55 juta. Kondisi yang sejalan dengan tren sepanjang tahun, di mana sektor migas secara konsisten berada pada posisi defisit.
Secara kumulatif selama Januari-Desember 2025, sektor migas mencatat defisit USD 1,849 miliar. Sebaliknya, sektor nonmigas mencatat surplus USD 17,917 miliar. Dengan demikian, total neraca perdagangan Kaltim selama sepanjang 2025 mengalami surplus USD 16,067 miliar.
“Selama Januari sampai Desember 2025, surplus neraca perdagangan Kalimantan Timur secara kumulatif tetap terjaga karena kuatnya kinerja sektor nonmigas,” katanya.
Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, kinerja neraca perdagangan 2025 masih menunjukkan kekuatan. Pada Januari-Desember 2024, total surplus neraca perdagangan USD 19,667 miliar, dengan surplus nonmigas USD 20,662 miliar dan defisit migas USD 994,87 juta. Meski surplus total 2025 lebih rendah dibandingkan 2024, struktur perdagangan Kaltim masih bertumpu pada nonmigas sebagai penopang utama. (*)
Editor : Duito Susanto